Bola / Bola Dunia
Minggu, 28 Juni 2026 | 09:46 WIB
Pelatih TImnas Iran, Amir Ghalenoei, mendesak Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar bersikap tegas terhadap Amerika Serikat (AS) terkait perlakuan yang diterima timnya selama mengikuti turnamen. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino bersikap tegas terhadap perlakuan tidak adil tuan rumah Amerika Serikat.
  • Tuan rumah memindahkan lokasi latihan Iran ke Meksiko serta membatasi waktu kedatangan tim di setiap lokasi pertandingan berlangsung.
  • Kebijakan pembatasan tersebut dinilai sangat merugikan kondisi fisik dan mental para pemain Iran selama mengikuti turnamen sepak bola tersebut.

Suara.com - Pelatih TImnas Iran, Amir Ghalenoei, mendesak Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar bersikap tegas terhadap Amerika Serikat (AS) terkait perlakuan yang diterima timnya selama mengikuti turnamen.

Ghalenoei kembali menuding tuan rumah bersama tersebut memperlakukan Iran secara tidak adil sejak sebelum turnamen dimulai.

Salah satunya, lokasi pemusatan latihan Iran dipindahkan dari AS ke Tijuana, Meksiko.

Selain itu, Iran hanya diizinkan menuju lokasi pertandingan sehari sebelum dua laga penyisihan grup yang digelar di sekitar Los Angeles.

Ketentuan tersebut baru dilonggarkan menjadi dua hari sebelum laga terakhir Grup melawan Mesir di Seattle pada Jumat.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei menghadiri sesi pemanasan timnya sebelum dimulainya pertandingan sepak bola semifinal Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Iran dan Qatar di Stadion al-Thumama di Doha pada 7 Februari 2024.KARIM JAAFAR / AFP

Namun, setelah pertandingan berakhir, tim Iran diwajibkan segera meninggalkan kota tersebut.

Berbicara seusai laga yang berakhir imbang 1-1 melawan Mesir, Ghalenoei mengaku kebijakan tersebut berdampak pada kondisi fisik dan mental para pemain.

"Perlakuan mereka terhadap kami sangat buruk. Mereka tidak mengizinkan kami datang dua pekan lebih awal maupun tiba dua hari sebelum setiap pertandingan," kata Ghalenoei melansir Skysports, Minggu (28/6/2026).

"Semua itu sangat merugikan kami, baik secara fisik maupun mental. Meski menghadapi berbagai kendala, kami tetap mampu tampil dengan baik," tambahnya.

Baca Juga: Djed Spence Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Muslim Pertama Timnas Inggris

Ia mengakui Infantino telah berupaya membantu mengurangi berbagai kendala yang dihadapi Iran. Namun, menurutnya, perlakuan dari pihak tuan rumah tetap tidak mencerminkan prinsip sportivitas.

"Saya tahu Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah berusaha semaksimal mungkin meminimalkan masalah yang kami hadapi. Namun, pihak tuan rumah tidak memperlakukan kami dengan baik," jelas dia.

"Saya mendesak FIFA agar tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan pemain dan tim seperti ini pada Piala Dunia mendatang. Saya berharap Bapak Infantino bersikap tegas terhadap perlakuan semacam itu," tegas Ghalenoei.

Load More