Suara.com - Setiap makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup. Jika Anda haus, itu adalah tanda yang paling jelas bahwa Anda mengalami dehidrasi atau kurang minum air putih, artinya tubuh Anda tidak memiliki cukup cairan untuk berfungsi dengan baik. Nah, berikut ini akibat kurang minum air putih yang bisa terjadi.
Mengutip dari MedlinePlus, dehidrasi tidak hanya berarti tubuh Anda kehilangan air, tetapi itu juga berarti Anda kehilangan elektrolit, seperti garam dan potasium, yang membantu tubuh Anda bernapas, bergerak, berbicara, dan melakukan semua hal lain yang dibutuhkan untuk tetap bangun dan berlari.
Para peneliti menemukan bahwa seiring waktu, tubuh menjadi lebih buruk dalam mendeteksi penanda dehidrasi (seperti kadar garam yang tinggi dalam darah), dan tanpa sinyal ini, orang dewasa yang lebih tua mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami dehidrasi atau kurang minum air putih.
Nah melansir dari situs Everyday Health, berikut ini akibat kurang minum air putih yang penting untuk Anda ketahui.
1. Bau Mulut
Air liur memiliki sifat antibakteri, tetapi dehidrasi atau kurang minum air putih dapat mencegah tubuh Anda membuat cukup air liur. Jika Anda tidak memproduksi air liur yang cukup, Anda bisa mendapatkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan di mulut, dan salah satu efek sampingnya adalah bau mulut.
2. Kulit Kering atau Kemerahan
Banyak orang berpikir bahwa orang yang kurang minum air putih akan berkeringat. Tetapi kenyataannya, jika Anda kurang minum air putih, Anda akan mendapatkan kulit yang sangat kering. Selain itu, kulit mungkin juga akan tampak memerah.
3. Kram Otot
Baca Juga: Jaga Kesehatan Tubuh saat Musim Panas, Konsumsi 4 Makanan Ini agar Tak Dehidrasi!
Ketika tubuh Anda kehilangan cukup cairan, salah satu akibat berikutnya yang dapat Anda rasakan yakni kram otot. Kram otot ini bisa terjadi saat berolahraga, terutama saat cuaca panas.
4. Sakit Kepala
Kurang minum air putih dapat menyebabkan sakit kepala karena dehidrasi dan memicu sakit kepala migrain. Meskipun berbagai faktor selain dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala, minum segelas penuh air dan terus meminum lebih banyak cairan di siang hari adalah cara mudah untuk meredakan rasa sakit Anda jika dehidrasi adalah penyebabnya.
5. Detak Jantung Meningkat
Jika Anda kurang minum air putih, maka Anda akan mengalami dehidrasi. Penting untuk diketahui bahwa dehidrasi yang tidak diobati dapat menyebabkan detak jantung meningkat dan membuat detak jantung tegang. Ini bisa terjadi ketika Anda sudah berada pada level dehidrasi tingkat akut.
6. Cedera atau Komplikasi Fatal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?