Suara.com - Memasuki musim panas, semua orang perlu memperhatikan hidrasi tubuhnya. Karena, tubuh yang dehidrasi atau kekurangan air bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Tapi, Anda perlu tahu bahwa mencegah tubuh agar tidak mengalami dehidrasi tidak hanya dari minum air dalam jumlah cukup.
Berikut ini dilansir dari Hindustan Times, Beberapa buah dan sayuran atau makanan yang bisa membantu mencegah tubuh mengalami dehidrasi.
1. Semangka
Dehidrasi dapat menyebabkan beberapa masalah tambahan, terutama selama musim panas. Semangka salah satu buah yang tinggi kandungan air, sehingga bisa membantu mengatur suhu tubuh.
Makan semangka membantu menjaga hidrasi tubuh, yang nantinya akan membantu menjaga ingatan tetap tajam dan memiliki kulit bersin.
Semangka juga membantu menurunkan berat badan bila digabungkan dengan olahraga rutin. Karena, kandungan air yang tinggi dalam semangka membuat Anda cepat merasa puas atau kenyang dengan jumlah kalori sedikit.
2. Mangga
Mangga juga makanan musim panas yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Kandungan zat besi yang tinggi pada mangga dapat membantu orang meningkatkan kandungan kalsium dalam tubuhnya.
Baca Juga: UKHSA Menambahkan Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius: Virus Corona Omicron
Mangga sebagai buah musim panas ini sangat menyegarkan dan membantu mencegah serangan panas.
Mangga juga tinggi vitamin A dan C yang membantu membangun sistem kekebalan tubuh. Es krim mangga yang dibuat dengan susu almond juga baik dikonsumsi selama musim panas.
3. Berry
Semua jenis buah beri yang dipenuhi dengan flavonoid membantu tubuh melawan banyak penyakit serius.
Stroberi, blueberry, dan raspberry juga dikenal dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, meregenerasi kulit dan mengurangi kepekaan terhadap cahaya, membuat kulit tampak lebih cerah dan memperbaiki tekstur.
4. Jagung
Jagung tidak hanya camilan yang lezat saat musim dingin, tetapi juga musim panas. Jagung memiliki lutein dan zeaxanthin yang membantu untuk kesehatan mata.
Selain itu, jagung juga memiliki antioksidan yang membantu dalam menurunkan risiko pengembangan degenerasi makula terkait usia yang menyebabkan kebutaan pada orangtua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?