Suara.com - Kasus positif Covid-19 di dunia masih bertambah ratusan ribu per hari. Pun dengan angka kematian pada pasien yang disebabkan infeksi virus corona SARS Cov-2 tersebut.
Data pada situs worldometers per Minggu (22/5/2022) pukul 08.00 WIB tercatat adanya penambahan kasus positif sebanyak 601.819 kasus. Dari angka tersebut, Korea Utara menyumbang angka terbanyak dengan 219.030 kasus.
Sedangkan kematian harian di seluruh dunia tercatat ada 760 jiwa, dengan Rusia melaporkan paling banyak kasus meninggal dunia yaitu 102 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.
Akumulasi data Covid-19 global saat ini menjadi 526,99 juta kasus dengan kematian lebih dari 6,29 juta jiwa. Sebanyak 496,78 kasus di dunia telah dinyatakan sembuh. Sehingga tersisa 23,9 juta orang di dunia yang sekarang masih positif Covid-19.
Kasus mingguan infeksi Covid-19 secara global meningkat 28 persen. Kontribusi peningkatan kasus positif salah satunya terjadi karena wabah virus corona yang baru dilaporkan Korea Utara.
Selama dua tahun pandemi, negara tersebut baru melaporkan adanya infeksi Covid-19 pada Kamis (12 Mei).
Tetapi, akibat adanya kekurangan alat tes pengujian, Korea Utara belum mengumumkan secara resmi total orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona.
Otoritas kesehatan melaporkan jumlah kasus berdasarkan populasi yang mengalami demam, salah satu ciri khas gejala infeksi Covid-19.
Kondisi tersebut mempersulit untuk menilai skala gelombang Covid-19 di Korea Utara, komentar para ahli, dikutip dari Channel News Asia.
Baca Juga: Tutup Usia, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Achmad Yurianto akan Dimakamkan Hari Ini
Lebih dari 186.090 orang mengalami gejala demam dan satu orang meninggal, lapir kantor berita negara KCNA pada Minggu (22 Mei).
Lebih dari 2 juta, dari 2,6 juta kasus kumulatif, telah pulih, kata KCNA. Korban tewas resmi mencapai 67 jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem