Suara.com - Sejumlah produk stroberi organik merek FreshKampo di Amerika Utara ditarik dari pasar karena diduga memicu wabah hepatitis A, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.
Sejauh ini, ada 17 orang terinfeksi hepatitis A di Amerika Utara. Sebanyak 12 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, menurut laporan dari FDA. Tidak ada laporan kematian akubat wabah tersebut.
"FDA, bersama dengan CDC, Kanada, negara bagian, dan mitra lokal sedang menyelidiki wabah hepatitis A multi-negara di AS dan Kanada yang berpotensi terkait dengan stroberi organik segar bermerek FreshKampo & HEB, yang distribusi antara 5 Maret hingga 25 April," kata FDA melalui media sosial resminya.
FDA menyarankan siapa pun yang membeli stroberi selama periode tersebut dan membekukannya untuk digunakan nanti, atau apabila tidak yakin merek apa yang dibeli, cara terbaik untuk menghindari penyakit sebaiknya membuanh buah tersebut.
FDA juga menyarankan bagi siapa pun yang mengonsumsi stroberi itu dalam dua minggu terakhir dan belum divaksinasi hepatitis A, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan apakah diperlukan profilaksis pasca pajanan (PEP).
Dikutip dari Fox, PEP terdiri dari pemberian dosis tunggal vaksin Hepatitis A atau imunoglobulin dalam periode paparan 2 minggu. Dosis itu dapat menghasilkan respon imun terhadap virus agar tidak berkembangbiak.
Sementara orang yang sudah divaksinasi hepatitis A atau pernah terinfeksi hepatitis A sebelumnya tidak memerlukan PEP.
Profesor Kedokteran di Divisi Penyakit Hati Departemen Kedokteran, Mount Sinai School of Medicine, di New York City Douglas Dieterich mengatakan bahwa penting untuk divaksinasi hepatitis A, termasuk juga anak-anak.
Dieterich menjelaskan, hepatitis A adalah jenis peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Individu yang terinfeksi mungkin mengalami sakit selama beberapa minggu hingga beberapa bulan dan biasanya sembuh.
Baca Juga: Antisipasi Penyakit Hepatitis Akut, Pemko Pekanbaru Sudah Bentuk Tim Penanganan
Namun, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa dalam beberapa kasus, hepatitis A dapat menyebabkan gagal hati bahkan kematian pada orang tua, atau orang yang memiliki masalah kesehatan serius atau sistem kekebalan terganggu. Juga berbahaya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit hati seperti hepatitis B atau C.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin