Suara.com - Batuk tergolong penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Batuk bisa menganggu aktifitas sehari-hari, karena menimbulkan ketidaknyamanan bila tidak diobati dengan segera.
Batuk bisa timbul karena menular dari orang lain atau karena terpapar virus yang menempel pada benda-benda yang kita pegang karena lupa mencuci tangan.
Jenis batuk betuk yang kita kenal umumnya ada dua, yakni batuk berdahak dan batuk kering. Meski berbeda jenis, kedua batuk tersebut bisa menganggu saluran pernapasan dan menimbulkan rasa gatal di area tenggorokan.
Apabila Anda alergi terhadap obat dan ingin meredakan batuk berdahak dan batuk kering di rumah bisa dilakukan beberapa cara sederhana untuk mengatasinya dengan mudah.
Sebelumnya, kenali apa saja faktor - faktor yang menyebabkan seseorang terkena batuk berdahak dan kering? Bagaimana cara meredakan batuk kering dan berdahak?
1. Penyebab Batuk Berdahak
Umumnya batuk berdahak disebabkan oleh virus atau bakteri. Di saat saluran pernafasan terkena virus atau bakteri, maka tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir.
Batuk bertujuan untuk mengeluarkan lendir tersebut, oleh karena itu jika Anda mengalami batuk berdahak disarankan untuk mengeluarkan dahak tersebut.
Ketika mengalami batuk berdahak, usahakan jangan menelan dahak tersebut, karena akan memperlambat penyembuhan.
Baca Juga: Radang Tenggorokan dan Batuk Hampir 2 Bulan Tak Kunjung Sembuh, Apakah karena Asam Lambung?
Cara Meredakan Batuk Berdahak
- Minum Air Hangat
Air hangat bisa menjadi salah satu cara meredakan batuk berdahak secara alami. Selain bisa menenangkan, mengonsumsi air hangat juga bisa memberikan sensasi lega dari batuk berdahak.
- Minum Perasan Jeruk Nipis , Madu dan Kecap
Jeruk nipis memiliki kandungan antibakteri, sehingga mampu mencegah pertumbuhan bakteri.
Kecap tidak memiliki fungsi langsung untuk meredakan batuk, namun kecap bisa menetralisir rasa asam dari perasan jeruk nipis.
Cara membuatnya belah jeruk nipis menjadi dua bagian, peras lalu campurkan dengan kecap ataupun madu secukupnya, lalu minum.
Kumur Dengan Air Garam
Berkumur menggunakan air garam bisa membantu menurunkan sakit tenggorokan dan batuk berdahak.
Caranya dengan menyiapkan segelas air hangat lalu tambahkan setengah sednok teh garam lalu aduk.
Kumur larutan tersebut dan biarkan larutan tersebut didalam mulut hingga beberapa saat, lalu buang.
2. Penyebab Batuk Kering
Ada beberapa faktor penyebab batuk kering, diantaranya:
- Alergi
Ketika tubuh bereaksi terhadap pemicu alergi yang masuk dalam pernapasan, maka tubuh akan batuk-batuk untuk mengelurkan zat tersebut. Gejala lain yang ditimbulkan pada batuk alergi yaitu gatal, bersin-bersin dan pilek.
- Asam Lambung
Ketika naik ke esofagus atau kerongkongan, asam lambung akan membuat iritasi pada kerongkongan dan akan memicu reflek batuk.
- Asma
Asma lebih sering menimbulkan batuk kering, hal tersebut terjadi karena saluran pernapasan membengkak dan menyempit sehingga memyebabkan sulit bernafas.
- Infeksi Virus
Batuk kering bisa terjadi setelah Anda mengalami batuk berdahak. Ketika pilek sembuh, Anda akan mengalami batuk kering akibat infeksi saluran napas yang menjadi sensitif setelah terserang virus.
Cara Meredakan Batuk Kering
- Minum Jus Nanas
Sebuah penelitian menunjukan bahwa jus nanas lebih efektif dalam meredakan batuk dibandingkan dengan obat batuk biasa.
Meski demikian, manfaat nanas untuk mengobati batuk masih perlu diteliti lebih lanjut. Jus nanas juga tidak dapat menggantikan fungsi obat batuk yang diresepkan oleh Dokter.
- Konsumsi Sup Hangat
Makanan yang baik dikonsumsi saat batuk kering adalah sup ayam. Kandungan daging ayam, sayuran dan kaldu ayam di dalam sup dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus cairan yang dibutuhkan oleh tubuh.
- Banyak Minum Air Putih
Pilek dan flu yang jadi pemicu meningkatkan produksi lendir yang mengalir dari bagian belakang hidung ke tenggorokan, sehingga menyebabkan batuk kering.
Untuk meringkan gejala tersebut, disarankan konsumsi air putih minimal 8 gelas perhari yag bertujuan untukmengurangi penumpukan lendir, melembabpkan tenggorokan dan meredakan iritasi.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Cepat Busuk dan Bebas Bau Tak Sedap
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Reapply Sunscreen Perlu Cuci Muka Dulu atau Tidak? Begini Anjuran Dokter
-
Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 Pakai HP, Sudah Cair Belum?
-
Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah versi Android dan iPhone
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?