Suara.com - Bagi Anda yang tengah menanti persalinan dan berencana untuk melahirkan secara normal atau pervaginam, tak ada salahnya mempertimbangkan hypnobirthing, teknik melahirkan yang mengandalkan hipnosis dan relaksasi.
Berkat teknik relaksasi dan self-hypnosis pada hypnobirthing, tubuh ibu dapat merasa jauh lebih rileks selama persalinan. Teknik hypnobirthing juga berguna dalam mengurangi rasa takut, gelisah, sekaligus sakit yang mungkin dialami ibu selama proses melahirkan.
Jamilatus Sadiyah, seorang bidan, hypnobirthing practitioner, founder @bumilpamil.id, dan sekaligus expert Tentang Anak, bahkan menyebut hypnobirthing merupakan metode yang dapat memprogram ulang pikiran dari memori yang kurang baik, terutama yang berhubungan dengan persalinan, dengan memasukkan afirmasi positif mengenai persalinan.
Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Tentang Anak, Jamilatus juga mengatakan bahwa hypnobirthing juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola stress saat kehamilan. Karena menurut studi, Ibu hamil yang stres dapat meningkatkan reiiko bayi mengalami alergi, kolik, diabetes, autis, dan kelahiran prematur.
Stres berkepanjangan juga dapat mempengaruhi kesehatan emosi dan psikologi bayi di masa depan. Itu sebabnya, dengan mengelola stress saat kehamilan, diharapkan seorang ibu dapat melahirkan anak yang cerdas dan sehat secara lahir dan batin, jasmani dan ruhaniah.
Lalu, kapan hypnobirthing mulai dapat dilakukan? Menurut Jamilatus, calon ibu dapat melakukannya sejak di awal kehamilan. Lebih awal lebih baik, dan harus dipraktikkan secara berulang atau repetisi, minimal 3-4 kali dalam seminggu.
Dan bukan cuma ibu yang bisa melakukan teknik hypnobirthing, tetapi juga calon ayah. Karena bisa saja calon ayah juga memiliki ketakutan yang sama, sehingga mindsetnya juga perlu dikelola.
Berikut adalah cara memulai teknik hypnobirthing, yaitu dengan mensugesti atau melakukan afirmasi positif setiap harinya terhadap diri sendiri, contohnya:
- Kehamilan: janin, plasenta, air ketuban, selaput ketuban, tali pusar sehat secara lahir dan batik hingga persalinan
- Persalinan: persalinan berjalan dengan lancar, nyaman, tenang, dikuatkan, diikhlaskan, proses yang bahagia
- Menyusui: asiku lancar, cukup memenuhi kebutuhan nutrisi lahir dan batik bayiku
Sedangkan cara melakukan komunikasi dengan janin yang dapat dilakukan saat relaksasi hypnobirthing guna mengurangi stres dan afirmasi positif terhadap diri serta bayi. Caranya bisa dengan:
Baca Juga: Jelang Persalinan, Calon Orang Tua Perlu Jaga Kesehatan Mental
- Lakukan komunikasi setiap kali beraktivitas sehari-hari
- Sesekali minta pendapatnya akan suatu hal
- Ajak berkomunikasi tentang apapun yang ibu rasakan
- Sapa janin apabila bergerak atau menendang
“Hypnobirthing memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu, bayi, dan ayah selama proses kehamilan hingga persalinan usai, seperti meningkatkan ketenangan diri untuk sel-sel kesehatan ibu dan janin, mengurangi mual, muntah dan pusing, mengatasi kecemasan dan ketakutan selama hamil dan persalinan, mengurangi risiko terjadinya komplikasi persalinan, hingga mengurangi resiko baby blues nantinya,” pungkas Jamilatus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak