Suara.com - Kehamilan jadi momen yang ditunggu pasangan suami istri, terutama bagi mereka yang telah merencanakan memiliki buah hati. Walaupun membawa kebahagiaan, tetapi kehamilan juga memiliki risiko bagi si ibu, seperti kematian.
Dokter kandungan dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG-KFER menjelaskan, sebagian besar kematian ibu terjadi selama proses kehamilan, persalinan, dan saat nifas
"Tetapi itu masih bisa dicegah. Penyebab langsung kematian pada ibu hamil bisa karena pendarahan, preeklampsia, dan infeksi," jelas dokter Yassin melalui siaran pers Tentang Anak.
Ada pula beberapa penyebab tidak langsung di antaranya, usia ibu terlalu muda (kurang dari 20 tahun), terlalu tua lebih dari 35 tahun), terlalu sering (jarak antar-kelahiran kurang dari 2 tahun), terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 2 dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun).
Selain faktor tersebut, keterlambatam dalam mengenali bahaya gangguan kehamilan, terlambat ke fasilitas kesehatan, juga terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan bisa jadi penyebab kematian ibu hamil.
"Adapun faktor kesehatan yang masih banyak terjadi pada perempuan, yang juga dapat menjadi resiko selama kehamilan dan persalinan berlangsung, seperti Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, HIV, dan lainnya," imbuh dokter Yassin.
Gaya hidup sehari-hari tanpa disadari juga memiliki peran penting terhadap kesiapan fisik seseorang menuju kehamilan.
Dokter Yassin mengatakan bahwa gaya hidup yang bisa menghambat kesuburan, baik pada perempuan maupun laki-laki, seperti kebiasaan merokok karena merusak oosit pada perempuan juga konsumsi alkohol karena dapat menurunkan kualitas sperma.
Sedangkan olahraga terlalu berat, misalnya lebih dari 5 jam per minggu juga terbukti dapat menurunkan kesuburan.
Baca Juga: Viral Suami Istri Bertengkar Hebat sampai Saling Smackdown di depan 2 Anaknya, Banjir Kecaman Publik
Riwayat dan risiko penyakit pada calon ibu, juga bisa didapatkan dari riwayat penyakit diri dan keluarga. Dokter Yassin menyarankan untuk cek terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan agar dapat diperbaiki sejak dini.
Riwayat atau risiko penyakit yang berpotensi membahayakan selama kehamilan seperti, diabetes, hipertensi kronis, asma, penyakit tiroid, penyakit jantung, epilepsi, penyakit ginjal kronis, juga penyakit autoimun.
“Saat merencanakan kehamilan atau hendak membangun keluarga dengan pasangan, penting bagi setiap individu untuk bisa saling terbuka terkait kondisi kesehatan masing-masing."
"Alangkah lebih baik lagi jika calon ibu dan calon ayah melakukan berbagai tes atau skrining kesehatan agar dapat mendeteksi lebih dini kesehatan jasmaninya, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari," pesan dokter Yassin.
Selain itu, tidak kalah pentingnya juga bagi calon orang tua untuk mendapatkan dukungan sosial dari lingkungan, seperti keluarga, lingkungan kerja, kondisi finansial, dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat