Suara.com - Jika kamu belakangan lebih sering merasa lelah dan cemas saat mengemudi mobil, kamu tidak sendiri. Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan orang Amerika sebenarnya lebih cemas di dalam mobil sekarang dibandingkan dengan masa pra-pandemi.
Survei yang dilakukan oleh OnePoll yang bermitra dengan perusahaan otomotif dan elektronik konsumen Cobra, mensurvei 2.000 orang dewasa Amerika yang lebih dari setengahnya "selalu" atau "sering" cemas tentang pengemudi lain di jalan (53 persen).
Namun bukan itu saja, 61 peren responden mengatakan pandemi menyebabkan orang mengemudi lebih tidak aman daripada sebelumnya, dengan 62 persen peserta setuju bahwa mengemudi dengan aman lebih penting lagi.
Saat pengemudi mengawasi jalan, penumpang mereka mungkin melacak speedometer. Menurut jajak pendapat, 60 persen responden mengaku memperhatikan kecepatan pengemudi mereka saat mereka menjadi penumpang, sementara 63 persen bahkan mengungkapkan bahwa mereka gugup saat pasangannya mengemudi.
Sebagai penumpang, 52 persen mengatakan mereka sering berharap pengemudi mereka akan mengerem dan memperlambat, dengan tujuh dari 10 mengatakan mereka memastikan sabuk pengaman mereka ditekuk sebelum mobil bergerak.
Karena rata-rata orang Amerika telah melakukan tiga panggilan dekat saat mengemudi dalam dua tahun terakhir, mengencangkan sabuk pengaman dan menjadi ekstra aman dapat menyelamatkan pengemudi dari beberapa masalah.
Meskipun ada bahaya di jalan, 53 persen orang mengatakan mereka berencana untuk melakukan lebih banyak perjalanan musim panas – bahkan lebih banyak daripada sebelum COVID 2019 – dengan 31 persen orang mengatakan bahwa musim panas adalah musim di mana mereka paling banyak mengemudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak