Suara.com - Sakit kepala saat hamil adalah masalah kesehatan umum yang dialami oleh perempuan yang tengah mengandung. Untuk itu perlu mengetahui penyebab, pencegahan serta pengobatan sakit kepala saat hamil secara alami.
Sakit kepala sendiri bisa terjadi kapan saja dari waktu ke waktu. Jadi tidak heran jika sakit kepala bisa muncul selama masa kehamilan.
Penyebab sakit kepala saat hamil juga sangat beragam mulai dari adanya perubahan hormon, lapar, gula darah rendah atau tinggi, atau bahkan tiba-tiba mengurangi konsumsi kafein selama kehamilan.
Sakit kepala saat hamil juga bisa terjadi karena masalah kurang tidur, terlalu lama main gadget, stres emosional atau fisik, serta ketegangan otot akibat berat badan bertambah selama kehamilan.
Cara instan mengobati sakit kepala adalah dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun metode berbeda mesti diambil oleh perempuan hamil yang mengalami sakit kepala.
Sebisa mungkin, ibu hamil memilih cara alami dan alternatif, dan menempatkan obat-obatan dokter sebagai upaya terakhir meredakan sakit kepala.
Dikutip dari Very Well Family, berikut beberapa cara alami mengatasi sakit kepala saat hamil.
Beristirahat di ruangan yang gelap: Matikan lampu dan kecilkan volume TV atau matikan TV dan cobalah untuk tidur.
Gunakan handuk panas dan dingin: Secara bergantian gunakan handuk panas dan dingin di kepala yang sakit.
Baca Juga: Foto Mesra Bareng Suami, Penampilan Jessica Iskandar Jadi Sorotan
Mandi: Jika tidak mengalami komplikasi kehamilan dan dokter mengatakan aman untuk mandi, coba redakan sakit kepala dengan bersantai di bak mandi air hangat.
Cobalah alternatif: Perawatan alternatif seperti pijat, perawatan chiropraktik, atau akupunktur dapat membantu meredakan sakit kepala.
Pastikan untuk memilih profesional yang telah berlisensi saat hendak mendapat perawatan kesehatan alami. Bicarakan juga dengan dokter rencana tersebut untuk berjaga-jaga dari masalah kehamilan.
Buat janji dengan dokter mata: Kehamilan dapat memengaruhi mata dengan membuat mata kering dan mengubah penglihata. Dokter mata dapat menawarkan pilihan untuk membantu meredakan sakit kepala akibat masalah mata.
Minta bantuan: Mintalah bantuan teman atau anggota keluarga untuk bisa mendapatkan istirahat.
Temui obigyn: Untuk sakit kepala yang tak kunjung hilang atau terus memburuk, maka segera hubungi dokter kandungan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?