- Bakteri (Streptococcus pneumoniae dan sebagainya)
- Virus (influenza dan sebagainya)
- Mikoplasma (disebabkan bakteri mycoplasma penumoniae)
Beda Paru-Paru Basah dan Penumonia untuk Penanganan
Penanganan paru-paru basah memerlukan beberapa tindakan yang intensif. Misalnya saja memberikan oksigen tambahan, penggunaan alat oksigenasi membran ekstrakorporeal untuk meningkatkan oksigen ke paru-paru pasien.
Selain itu paru-paru basah juga diberikan pengobatan untuk meredakan gejala dan mencegah adanya kompliokasi (antibiotik, obat penenang, pengencer darah, pereda nyeri)
Untuk pneumonia, penanganan yang dilakukan adalah berfokus pada penyembuhan infeksi dan pencegahan komplikasi. Hal ini dilakukan dengan pengobatan menggunakan antibiotik, obat batuk, dan obat penurun panas.
Jadi jelas bukan beda paru-paru basah dan pneumonia dari penjabaran di atas? Semoga dengan informasi yang ada di artikel ini Anda bisa semakin mengenali perbedaan dua jenis kondisi tersebut, dan pastikan diri tetap sehat selalu!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini