Suara.com - Anda tentu sering mendengar istilah 'people pleaser'. Istilah tersebut merujuk kepada orang yang sulit menolak atau berkata tidak kepada orang lain.
Perilaku people pleaser dikatakan sebagai respons terhadap trauma terhadap pengabaian. Seperti yang dialami oleh Jones.
Jones selalu takut menolak orang lain, ini menjadi respons traumanya karena merasa diabaikan secara emosional oleh ayahnya.
"Ayahku hampir tidak pernah mengatakan bahwa ia mencintaiku. Aku pikir ayahku hanya akan bahagia setiap kali aku melakukan sesuatu yang membuatnya bahagia," kata Jones, dilansir South China Morning Post.
Bertahun-tahun dicaci maki atau kurang dihargai membuat Jones mengesampingkan kebutuhannya sendiri demi menghindari pelecehan emosional, verbal, maupun fisik.
Ini adalah bentuk traumatis yang menurut para ahli disebut 'menjilat' (fawning), yakni sebuah upaya menenangkan ancaman untuk menghindari konflik.
"Penjilat (fawner) atau people pleaser akan sangat terikat pada gagasan "orang yang sangat baik". Seringkali melibatkan kepercayaan, "dengan bersikap baik akan melindungiku dari situasi yang tidak menyenangkan dengan teman atau keluarga"," jelas psikoterapis dari Irlandia, Katie McKenna.
Walau respons trauma ini terlihat tidak berbahaya, para ahli memperingatkan bahwa "bersikap terlalu baik" sebenarnya adalah mekanisme koping maladaptif dengan dampak serius.
Sering kali dampaknya memengaruhi kemampuan untuk menjadi diri mereka sebenarnya, dalam menetapkan batasan, dan dalam memprioiritaskan emosi serta kebutuhan mereka sendiri.
Baca Juga: 5 Cara Menjadi Sahabat yang Baik untuk Diri Sendiri, Jangan Menjadi People Pleaser
Sikap menjadi people pleaser juga dapat menyebabkan hubungan tidak sehat dengan orang lain di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya