Suara.com - Semua jemaah haji tentunya ingin melaksanakan ibadah haji secara sempurna, termasuk menjalani Wukuf di Arafah pada puncak Haji, Jumat 9 Dzulhijjah mendatang.
Namun bagi Elida binti Muchtar Surya, seorang jemaah haji asal Deliserdang, melaksanakan ibadah wukuf secara mandiri akan sulit dilakukan. Mengingat ia memiliki komplikasi diabetes dengan gula darah rendah tapi tekanan darah tinggi sehingga harus dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
Tuti Aditama perawat di KKHI Makkah mengatakan, Elida memiliki penyakit komplikasi diabetes melitus, hipertensi, dyspepsia, dan kanker payudara post operasi mastektomi. Sebelum seceria sekarang ini, Elida tak sadarkan diri sampai tiga hari.
“Tiga hari tidak sadarkan diri. Selama dua hari beliau gelisah, saat itu gula darahnya rendah sampai 56 mg/dl,” katanya dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Namun, setelah beberapa hari dirawat di KKHI kondisinya membaik dan kesehatan stabil. Kurang lebih 10 hari Elida dirawat dan sudah menunjukan perbaikan.
Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, MARS yang sempat menemui Elida menanyakan kesiapannya untuk melaksanakan safari wukuf. Dengan semangat, Elida mengaku siap sembari mengepalkan tangan.
“Siap Insya Allah,” katanya.
Elida jamaah asal Deliserdang ini mengaku tidak masalah yang penting berada di Arafah saat waktu wukuf. Elida bersyukur, sudah lebih baik kondisinya setelah dirawat di KKHI Makkah.
Pada kesempatan ini juga Elida menyampaikan apresiasinya kepada dokter dan perawat yang sudah memberikan pelayanan terbaiknya. Dia berdoa agar petugas kesehatan selalu diberikan kesehatan selama melayani jamaah haji yang dirawat di KKHI.
Baca Juga: 1 Juta Jemaah Haji Persiapan Menuju Padang Arafah, Menteri Agama Minta Jangan Ada Jemaah Tertinggal
Menjelang puncak ibadah haji yang semakin dekat, dr. Budi meninjau jamaah yang menjadi calon peserta safari wukuf di ruang rawat inap KKHI Makkah Rabu (6/7) pukul 15.00 waktu setempat. Ada 69 calon peserta safari wukuf yang dirawat di KKHI Makkah dari total 182 calon peserta.
Sementara sebanyak 113 calon peserta safari wukuf berasal dari usulan kloter. Yang mulai sore ini pukul 16.00 WAS dibawa ke KKHI makkah untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim safari wukuf. Untuk selanjutnya ditetapkan siapa saja jemaah haji yang akan mengikuti proses safari wukuf.
Berita Terkait
-
Dokumen Negara Tercecer di Jalanan BSD, Imigrasi: Itu Paspor Haji Milik Kemenhaj Tangsel
-
Demi Bahagiakan Cucu, Aksi Kakek Jemaah Haji Ini Viral: Rela 'Jadi Gantungan' Boneka di Bandara
-
Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Jakarta dan Surabaya Tidak Perlu Antre Imigrasi
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance