Suara.com - Saat beraktivitas di kantor, tanpa disadari postur tubuh akan kurang ideal dan membuat berbagai otot serta bagian tubuh kaku. Pada bagian leher misalnya, penyebab leher tegang sering kali kurang disadari, padahal sebenarnya berasal dari hal mendasar yang cukup mudah dihindari.
Sebenarnya jika ditelisik lebih jauh, ada beberapa penyebab leher tegang dan terasa kaku saat beraktivitas. Beberapa penyebab tersebut bisa Anda temukan di bawah ini.
1. Mengalami Cedera Ringan
Kejang otot bisa terjadi karena adanya cedera ringan. Mulai dari postur tubuh yang kurang ideal, hingga dipicu aktivitas fisik yang terlalu berat tanpa disertai pemanasan yang baik.
Beberapa yang bisa memicu cedera ringan adalah sebagai berikut :
- Melihat ponsel dengan posisi menunduk terlalu lama
- Tidak melakukan peregangan saat menatap layar dalam waktu yang tidak sebentar
- Tidur dengan posisi kepala atau leher yang kurang baik
- Melakukan gerakan memiringkan kepala terlalu lama, atau beban terlalu berat
Jika kebiasaan sederhana ini tidak segera diubah, cedera yang terjadi juga bisa semakin parah dan melibatkan semakin banyak otot atau bahkan tulang.
2. Keseleo Leher atau Whiplash
Disebut cedera whiplash atau cambuk karena cedera ini terjadi karena kepala dan leher tersentak secara tiba-tiba ke depan dan belakang. Kondisi ini bisa memicu jaringan lunak pada leher dan tulang belakang tertarik, sehingga mengalami kerusakan.
Cedera ini terjadi biasanya akibat kecelakaan kendaraan bermotor, setelah bermain roller coaster, atau kondisi lain yang memiliki risiko gerakan sentakan di bagian leher dan kepala.
Baca Juga: Pemulihan Cedera Butuh Waktu 2 Bulan, Piala AFF U-19 2022 Berakhir untuk Marselino Ferdinan
3. Spondylosis dan Osteoarthritis
Atau biasa dikenal dengan sebutan arthritis, menyebabkan rasa sakit di leher dan sulit digerakkan. Kondisi ini terjadi ketika bantalan tulang rawan di antara ruas-ruas tulang belakang mulai terkikis, sehingga mempengaruhi pergerakan sendi yang dimiliki.
4. Tekanan Stres
Penyebab leher tegang juga bisa dipicu karena mengalami stres yang terlalu berat. Tubuh yang mengalami stres akan mengirim sinyal pada otot sehingga menjadi tegang, sehingga leher terasa kaku saat akan digerakkan.
Secara umum itu tadi beberapa penyebab leher tegang yang sering terjadi, terlebih di kalangan pekerja yang menghabiskan banyak waktu duduk di kantor dan memandang layar monitor. Maka mulai ubah secara perlahan posisi duduk dan kebiasaan tersebut, dan dapatkan tubuh yang lebih sehat.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu