Suara.com - Kenikmatan menyantap daging kambing dan sapi memang tidak bisa dipungkiri. Tidak hanya saat hari raya kurban tiba, namun juga pada menu makanan setiap hari. Tapi yang harus dipahami, bahwa ada efek samping kebanyakan makan daging yang mengintai saat jumlah konsumsinya berlebihan.
Kandungan yang ada di daging merah secara praktis memang sangat kaya. Protein dan banyak kandungan lain sangat penting untuk tubuh, sehingga tubuh bisa mendapatkan asupan nutrisi harian yang seimbang.
Nah untuk dapat membantu mengontrol jumlah daging per hari, maka berikut daftar singkat efek samping kebanyakan makan daging yang harus dipahami.
1. Kolesterol Naik
Kadar kolesterol yang turut dikonsumsi pada olahan-olahan daging menjadi masalah tersendiri yang harus disadari. Peningkatan kadar kolesterol ini juga harus disadari, sebagai penyeimbang dari kelezatan yang dirasakan.
Ketika kadar kolesterol di dalam tubuh meningkat, maka keluhan kesehatan akan mulai bermunculan. Mulai dari sakit kepala, rasa tak nyaman di tengkuk, hingga mudah kesemutan dan nyeri dada.
2. Peningkatan Berat Badan
Tanpa diimbangi gerakan tubuh yang intens, konsumsi daging berlebihan dapat membawa efek buruk berupa peningkatan berat badan yang tidak terkontrol. Tentu saja, obesitas akan muncul dalam bahasan terkait berat badan ini.
Secara berantai, kelebihan berat badan adalah kabar buruk untuk kesehatan Anda secara umum.
Baca Juga: Kamu Harus Tahu! Ini 3 Bahaya Makan Daging Mentah
3. Rentan Kanker Usus Besar
Konsumsi daging berlebih, atau dalam ukuran umum sebanyak lebih dari 3 kali sehari, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Hal ini diungkapkan dalam salah satu penelitian yang dilakukan di universitas Harvard.
4. Risiko Bau Mulut
Seorang dokter mengungkapkan bahwa lemak yang ada di dalam daging bisa meningkatkan risiko bau mulut. Hal ini terjadi saat tubuh membakar lemak terlalu banyak, maka yang dihasilkan salah satunya adalah zat bernama keton. Keton ini yang kemudian berperan besar dalam bau mulut yang kurang sedap.
Meski sudah berkumur dengan cairan pembersih mulut dan menyikat gigi, bau ini tetap akan sulit dihilangkan.
Itu tadi beberapa efek samping kebanyakan makan daging yang bisa disampaikan. Tentu saja, dengan mengetahui hal ini diharapkan Anda bisa mulai membatasi dan melakukan langkah pencegahan lain, sehingga bisa tetap menikmati daging hingga usia senja.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia