Suara.com - Euforia Idul Adha memang tidak dapat dipungkiri. Namun demikian, pesta daging yang terjadi harus tetap dalam batas aman, karena ketika dikonsumsi berlebihan justru akan membawa dampak buruk. Tapi sebenarnya, berapa batas aman makan daging dalam sehari yang direkomendasikan?
Daging merah sendiri, seperti kambing dan sapi, merupakan sumber protein hewani yang sangat baik. Kaya akan lemak, mineral, dan berbagai nutrisi lain, jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat manfaatnya untuk tubuh sangat terasa.
Lalu Berapa Batas Aman Makan Daging?
Jika dihitung, batas aman makan daging sebenarnya berkisar antara 300 hingga 500 gram per minggu. Yap, perlu digarisbawahi, per minggu.
Takaran ini merupakan takaran ideal untuk orang dengan kondisi tubuh sehat, aktivitas fisik yang baik, dan penyertaan makanan berserat dalam konsumsinya.
Lalu berapa jika dihitung untuk porsi harian?
Pada batas paling ideal, konsumsi daging merah harian adalah di angka 50 hingga 70 gram per hari. Ukuran ini adalah ukuran daging yang sudah dimasak matang dan dikonsumsi.
Tentu saja, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, porsi daging ini bisa menyesuaikan rekomendasi dokter kepercayaan Anda.
Pembatasan konsumsi daging harian ini bukan tanpa alasan, karena konsumsi daging merah yang terlalu banyak akan membawa dampak buruk untuk kesehatan.
Baca Juga: Cara Memilih Bagian Daging agar Kolesterol Tidak Naik Signifikan
Alasan Mengapa Porsi Daging Harian Dibatasi
Ada beberapa alasan mengapa porsi daging harian idealnya dibatasi sesuai dengan ukuran di atas atau rekomendasi dokter kepercayaan Anda. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
- Menurunkan risiko penyakit jantung, karena dapat membatasi asupan lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh
- Menekan risiko kanker, terlebih pada daging yang dikonsumsi dengan cara dibakar terlebih dahulu sebab ini akan memicu adanya senyawa karsinogen
- Membantu menjaga berat badan ideal, jika dikonsumsi berlebihan, daging merah juga dapat menjadi pemicu kegemukan
Sepertinya tiga alasan di atas sudah cukup kuat untuk membatasi konsumsi daging harian bukan?
Nah itu tadi jawaban atas pertanyaan berapa batas aman makan daging yang bisa dibagikan dalam artikel singkat ini. Semoga artikel ini bisa berguna untuk Anda, dan konsultasikan rekomendasi porsi daging harian pada dokter kepercayaan Anda. Selamat melanjutkan aktivitas Anda!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan