Suara.com - Penyakit jantung adalah pembunuh senyap. Tanda dan gejala yang terkait dengan penyakit ini sangat ringan pada tahap awal sehingga sulit bagi individu yang sehat untuk menemukannya.
Ada beberapa tanda umum penyakit jantung yang tampaknya tidak mengkhawatirkan tetapi dapat berkembang menjadi bola salju dan menyebabkan kondisi serius seperti penyakit jantung.
Pergelangan kaki yang bengkak bisa menjadi indikasi bahwa jantung Anda membutuhkan lebih banyak perhatian daripada yang Anda berikan saat ini.Pembengkakan yang tidak dapat dijelaskan pada pergelangan kaki, dan pergelangan kaki yang tampak bengkak tanpa cedera eksternal atau memar tidak boleh dianggap enteng. Demikian seperti dilansir dari Times of India.
Indikator potensial lainnya adalah area yang bengkak tampak hangat dan ketika ditekan meninggalkan penyok yang bertahan sedikit lebih lama; dalam kondisi seperti itu kulit tidak kembali normal.
Misalnya, saat Anda memakai kaus kaki, Anda melihat penyok atau bekas di kaus kaki Anda. Biasanya kesan-kesan ini hilang begitu Anda melepaskan kaus kaki, namun jika kesan-kesan ini bertahan lebih lama Anda harus berkonsultasi dengan dokter.
Kondisi ini sebagian besar terjadi karena edema perifer. Ini terjadi sebagian besar ketika cairan berkumpul di jaringan. Hal ini sebagian besar terlihat di lengan dan kaki. Pada kondisi ini, lengan dan kaki terasa berat.
Edema perifer dapat mengindikasikan masalah retensi air ringan, atau juga dapat menjadi indikator potensial dari penyakit serius seperti penyakit jantung. Bahkan dapat terjadi sebagai respons terhadap reaksi alergi.
Selain pembengkakan pada pergelangan kaki, tanda-tanda edema perifer lainnya adalah bengkak pada tangan dan wajah, pembengkakan terutama setelah berdiri lama dan juga setelah duduk lama, kulit meregang, perubahan warna kulit, rasa tidak nyaman, kekakuan pada persendian. daerah.
Terkadang penderita juga bisa mengalami nyeri leher, bisa kehilangan kesadaran, bisa mengalami pusing, dan mual.
Baca Juga: Punya Kepribadian Ambius dan Cepat Marah? Waspada Risiko Sakit Jantung Meningkat!
Edema perifer dapat mengindikasikan gagal jantung kongestif. Ketika jantung melemah jumlah darah yang dipompa terpengaruh secara drastis. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan cairan yang menyebabkan edema kaki.
Tanda-tanda umum penyakit jantung adalah:
Batuk, yang tidak hilang dengan sendirinya
- Mengi
- kembung
- Perubahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
- Perubahan suasana hati dan kebingungan
- palpitasi
Selain penyakit jantung, penyakit lain yang terkait dengan edema perifer adalah varises, deep vein thrombosis, penyakit ginjal, kurang protein dalam darah, dan penyakit hati.
Ini juga dapat menyebabkan kondisi paru-paru parah yang disebut emfisema.
Penyebab paling umum dari edema perifer pada pasien adalah insufisiensi vena dan berhubungan dengan usia tua, tetapi selain itu banyak kondisi lain yang mendasari seperti gagal jantung, gagal ginjal, gagal hati, dan trauma dapat menyebabkan kondisi ini dan dapat terjadi pada individu setiap kelompok umur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat