“Dalam beberapa hal, operasi ini dianggap sebagai yang paling sulit di zaman kita, dan melakukannya dalam realitas virtual benar-benar seperti manusia di Mars,” jelas Dr. Jeelani.
Dr. Jeelani berada di Rio dan hanya mengambil empat kali istirahat selama 15 menit selama 27 jam operasi. Dia mengakui dia "hancur" pada akhir operasi.
Tapi hasilnya sangat berharga, dengan keluarga Lima merasa "di atas bulan" setelah anak laki-laki itu berhasil dipisahkan.
Sempat alami tekanan darah tinggi
Setelah operasi, si kembar menderita tekanan darah tinggi dan detak jantung yang sangat tinggi. Namun, yang mengharukan, statistik mereka kembali normal setelah mereka bersatu kembali dan mampu berpegangan tangan.
Si kembar Lima sekarang menghadapi enam bulan pemulihan sebelum mereka dapat melakukan aktivitas yang sama seperti yang dapat dilakukan balita lainnya.
Bukan yang pertama
Operasi ajaib itu bukan yang pertama melibatkan kembar siam yang menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir.
Ballenie dan Bellanie Camacho berhasil dipisahkan di sebuah rumah sakit di Westchester, New York pada 2017 setelah operasi epik yang memakan waktu 22 jam.
Baca Juga: Heboh Hasil Autopsi Brigadir J Temukan Otak Pindah Ke Dada, Apa Kemungkinan Penyebabnya?
Si kembar, yang bergabung di belakang, sekarang berusia 6 tahun dan dikatakan "berkembang."
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI