Suara.com - Demensia salah satu masalah kognitif yang bisa berkembang seiring bertambahnya usia. Tapi, tak banyak yang tahu bahwa makanan tertentu juga bisa meningkatkan risiko demensia.
Monika Wassermann, Direktur Medis di BoutiqueToYou mengatakan keju olahan salah satu makanan yang berkaitan dengan risiko demensia.
Karena, keju mengandung banyak lemak jenuh yang terakumulasi di otak dan mengakibatkan peradangan.
"Akibat seseorang mungkin berisiko mengalami gangguan memori, demensia dan stroke," kata Wassermann dikutip dari Express.
Selain itu, konsumsi keju olahan juga bisa menyebabkan penumpukan protein yang terkait dengan penyakit Alzheimer di tubuh Anda.
Terlebih lagi, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, menyoroti hubungan antara makanan ultra-olahan dan demensia.
Penelitian tersebut memperingatkan bahwa mereka yang mengonsumsi bahan makanan olahan dalam jumlah tinggi memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi mind-robbing.
Para peneliti telah membuktikannya dengan melibatkan 72.083 orang dari Biobank Inggris selama sekitar 10 tahun.
Pada akhir penelitian, 518 orang didiagnosis menderita demensia yang terkait dengan efek negatif dari diet ultra-olahan.
Baca Juga: Ikke Nurjanah Ingin Hamil Lagi, Pahami Risiko Kehamilan setelah Usia 45 Tahun!
"Makanan ini mengandung aditif makanan atau molekul dari kemasan yang berdampak negatif pada kemampuan berpikir dan memori," kata penulis studi Huiping Li.
Untungnya, penelitian ini juga menemukan bahwa menukar makanan olahan dengan makanan sehat dapat mengurangi risiko demensia.
Meski begitu, keju bukan satu-satunya penyebab demensia karena makanan olahan lainnya juga berdampak serupa. Sebab, makan olahan memasok lebih banyak kalori dan hampir nol nutrisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!