Suara.com - Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko paling umum penyakit jantung, terkait dengan penumpukan plak di arteri.
Kolesterol adalah zat lilin yang diperlukan tubuh untuk membuat sel-sel sehat. Namun, ketika ada kelebihan kolesterol 'jahat' atau timbunan lemak di pembuluh darah, hal itu akan membuat arteri macet, sehingga darah sulit mengalir melalui arteri.
Selanjutnya, ketika endapan ini tiba-tiba pecah, mereka membentuk gumpalan, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Meski kolesterol tinggi adalah suatu kondisi yang dapat diturunkan, seringkali merupakan hasil dari pilihan gaya hidup yang tidak sehat termasuk pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan.
Yang lebih parah adalah peningkatan kadar kolesterol biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala apapun. Tapi para ahli percaya penyakit ini bisa meninggalkan indikasi tertentu di kaki!
Dilansir dari Times of India, menurut para ahli, kolesterol tinggi yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati dapat menyebabkan kondisi yang disebut aterosklerosis.
Aterosklerosis adalah penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di dalam dan di dinding arteri, juga disebut plak. Timbunan lemak atau plak ini dapat mempersempit arteri, menghambat atau menghalangi aliran darah yang lancar ke berbagai bagian tubuh, termasuk kaki.
Plak juga bisa pecah, menyebabkan gumpalan darah terbentuk, yang bisa merugikan. Ketika aliran darah ke kaki terhambat atau tersumbat, dapat menyebabkan kondisi yang disebut penyakit arteri perifer (PAD).
Penyakit arteri perifer adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan arteri yang menyempit karena penumpukan plak, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke lengan dan kaki.
Seseorang yang menderita PAD tidak mendapatkan cukup darah di kaki atau lengan (biasanya kaki), menyebabkan sakit kaki saat berjalan. Ini juga dikenal sebagai 'klaudikasi'.
Baca Juga: Bikin Video di Taman Hiburan, Cewek Ini Tak Sengaja Rekam Penampakan
Jika tidak diobati tepat waktu, ini dapat menyebabkan iskemia ekstremitas kritis dan iskemia ekstremitas akut, yang merupakan bentuk lanjutan dari penyakit arteri perifer (PAD) yang mempengaruhi aliran darah di ekstremitas.
Karena PAD berkaitan dengan berkurangnya aliran darah ke kaki, hal itu dapat menyebabkan perubahan warna tertentu pada kaki.
Jika tidak terdeteksi atau diobati tepat waktu, kaki Anda bisa mulai pucat atau biru. Hal ini terjadi karena berkurangnya atau berkurangnya aliran darah ke kaki.
Selain itu, Anda mungkin juga mengalami sakit yang menyakitkan di kaki Anda, terutama saat Anda berjalan. Rasa sakit ini dapat mereda dengan beberapa menit istirahat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini