Suara.com - Berkeringat secara berlebihan tentu mengganggu, terlebih jika sedang tertidur dan bangun dengan basah kuyup di atas kasur. Pada umumnya, berkeringat saat malam hari tidak berbahaya dan mudah diatasi. Namun, kondisi itu juga bisa menjadi tanda permasalahan kesehatan yang serius.
Menurut Peter Polos, Spesialis Obat Tidur dan Ahli Tidur Sleep Number, suhu tubuh saat tidur biasanya berada di antara 97 hingga 99 derajat Fahternheit dan menurun selama fase tidur sebesar 1,5 hingga 2 derajat.
Penurunan suhu ini sangat penting untuk tubuh dan membuat seseorang mengantuk. Jika suhu tubuh tidak menurun, kemungkinan seseorang akan berkeringat deras.
Menyadur Womenshealthmag, berikut ini alasan orang banyak berkeringat saat tidur:
1. Ruangan Terlalu Panas
Suhu ruangan harus di bawah 70 derajat fahernheit agar tidak terlalu panas. Selain suhu ruangan, pakaian juga dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak dan berkeringat.
2. Menderita Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah keringat berlebih. Hiperhidrosis mempengaruhi tubuh tertentu seperti telapak tangan, ketiak, kaki, dan kepala.
Kondisi hiperhidrosis ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, penderita hiperhidrosis dapat berkonsultasi dengan dokter kulit.
Baca Juga: Suami Mengigau Ketakutan Istri Iseng Cekik Leher Suami
3. Bermimpi Buruk
Mimpi buruk menjadi salah satu penyebab Anda berkeringat secara berlebihan. Jika berlangsung secara konstan, maka Anda harus menemui dokter agar mengetahui penyebabnya yang kemungkinan adalah stres berkepanjangan.
4. Perubahan Hormon
Tubuh terkadang mengalami perubahan hormonal seperti menopause. Menopause dikaitkan dengan hot flashes yang membuat seseorang berkeringat bahkan saat tertidur.
5. Kecemasan
Berkeringat secara berlebihan dapat menjadi gejala fisik yang merupakan bentuk dari kecemasan yang berlebihan. Berkeringat menjadi respons diri atas tindakan flight or fight yang dilakukan.
Hormon stres dapat meningkatkan pengeluaran energi dan keringat yang akan mendinginkan suhu tubuh. Solusi yang dapat diterapkan yakni dengan meditasi.
6. Olahraga Mendekati Waktu Tidur
Berolahraga sebelum waktu tidur dapat meningkatkan metabolisme dan menyebabkan Anda berkeringat.
7. Mengonsumsi Obat Anti Depresan
Pasien yang mengonsumsi obat anti depresan dapat menyebabkan reaksi adrenergik yang berkaitan dengan tingkat adrenalin dan menyebabkan berkeringat. Solusi yang dapat dilakukan yakni berkonsultasi dengan dokter jika mengganti obat dimungkinkan.
8. Tubuh Melawan Infeksi
Tubuh melawan infeksi karena menyadari ada yang tidak beres. Jika gejala konstan dan tidak kunjung berkurang, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter.
9. Menderita Limfoma
Limfoma adalah kanker kekebalan tubuh. Menurut National Library of Medicine, limfoma dapat menyebabkan penurunan berat badan, demam dan keringat malam.
Tubuh mengenali limfoma sebagai sesuatu yang harus dilawan dan dengan menaikkan suhu tubuh, tubuh melawannya.
10. Mengalami Hipoglikemia
Hipoglikemia terjadi saat kadar gula darah turun terlalu rendah dan menyebabkan kebingungan, pusing, dan keringat malam.
Ketika gula darah terlalu rendah, tubuh akan menggunakan hormon kortisol untuk mempertahankan kadar gula darah sehingga tubuh mengaktifkan sistem saraf otonom yang bertanggungjawab atas kelenjar tubuh.
11. Menderita Hipertiroidisme
Penderita hipertiroidisme memiliki tiroid yang aktif dan menghasilkan banyak hormon tiroid dari yang dibutuhkan tubuh. Hormon ini mempengaruhi cara tubuh bekerja termasuk membuat tubuh berkeringat pada malam hari.
12. Mengalami Tumor Langka di Kelenjar Adrenal (Pheochromocytoma)
Pheochromocytoma sangat jarang terjadi. Gejala yang diderita pheochromocytoma adalah sakit kepala, berkeringat, dan episodik atau peningkatan detak jantung yang cepat.
13. Mengalami Gangguan Hormon Sindrom Karsinoid
Jika seseorang mengalami gangguan hormon maka berkeringat di malam hari adalah gejala umumnya. Hal ini karena gangguan hormon merusak fungsi tubuh. Gejala lain yang terkait dengan kondisi ini adalah kemerahan, diare, dan kesulitan bernafas.
14. Menderita Kondisi Neurologis
Salah satu kondiri neurologis yang mengganggu yakni syringomyelia pasca-trauma. Kondisi ini juga dapat menyebabkan keringat malam karena sistem saraf memberikan kontrol tidak sadar atas otot polis seperti pupil, kelenjar dan usus.
Kerusakan pada sistem saraf menyebabkan kelenjar keringat tidak berfungsi dengan tepat.
Demikian 14 alasan banyak orang berkeringat saat tidur. Selanjutnya diketahui bahwa keringat merupakan respon tubuh. Jika terjadi secara berlebihan, maka sebaiknya harus memeriksakan diri ke dokter agar diketahui faktor penyebabnya.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Suami Mengigau Ketakutan Istri Iseng Cekik Leher Suami
-
Video Viral Mahasiswa Baru UNP Tidur saat Ospek Daring, Diketawai Temannya di Auditorium
-
Gejala Liver, Masalah yang Terjadi Setiap Malam Ini Bisa Jadi Tanda Peringatan!
-
Suami Mimpi Buruk, Istri Iseng Cekik Leher Supaya Lebih Seru, Publik Ramai Kasih Kecaman: Nggak Ada Akhlak
-
Viral Guru Siram Air ke Kepala Murid yang Tidur di Kelas Berujung Damai, Tuai Pro Kontra Warganet
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya