Suara.com - Anak sulung Hotman Paris Hutapa, Frank Hutapea mengaku dirinya dan adiknya, Felicya Hutapea pernah mengalami depresi.
Tetapi, Frank Hutapea berpendapat bahwa depresi yang dialami mereka mungkin juga faktor keturunan dari sang ayah, Hotman Paris Hutapea.
Frank Hutapea mengatakan bahwa ayahnya pernah ingin bunuh diri karena depresi merasa tidak sukses seperti temannya.
"Menurut gue mental health itu ada genetic-nya. Dia (Hotman Paris) pernah hampir bunuh diri karena dia merasa enggak sukses. Itu cerita enggak dibuat-buat," kata Frank Hutapea dalam konten Melaney Ricardo yang tayang pada Selasa (16/8/2022).
Sedangkan, Frank juga pernah mengalami depresi pada 2015 lalu karena merasa tidak sekaya teman-temannya. Lalu Felicya mengalami depresi karena sulit diterima kerja di London, Inggris.
Sebenarnya dilansir dari Hello Sehat, ada berbagai penyebab depresi, seperti peristiwa traumatis, konsumsi obat-obatan hingga menderita penyakit kronis.
Tapi, banyak penelitian mengklaim bahwa depresi juga mungkin faktor genetik. Shizhong Han, Ph.D., seorang profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Johns Hopkins Medicine berpendapat orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat depresi 20-30 persen lebih berisiko mengalami depresi.
Ada sebuah studi yang meneliti seberapa sering depresi dialami oleh anak kembar bisa saling mempengaruhi.
Hasilnya menunjukkan sepasang anak kembar yang tidak identik cenderung mengalami depresi berat pada tingkat 20 persen. Sedangkan, anak kembar identik mengalami depresi pada tingkat yang lebih tinggi 50 persen.
Baca Juga: Ria Ricis Menangis, Tak Kuat Dengar Gunjingan Netizen Mengenai Baby Moana
Sehingga temuan ini semakin meyakini bahwa riwayat depresi pada keluarga bisa meningkatkan risiko tersebut.
Saat orang memperhatikan tingkah laku anggota keluarganya yang depresi, mereka bisa tanpa sadar juga rentan mengalami depresi karena seolah-olah merasakan hal yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital