Suara.com - Setelah hamil selama sembilan bulan, ibu masih harus menyesuaikan diri untuk menyusui anaknya. Di minggu-minggu awal pasca melahirkan biasanya ibu masih merasakan sedikit nyeri akibat bekas persalinan.
Rasa nyeri bekas persalinan itu kerap kali membuat ibu bingung dalam menentukan posisi tidur karena takut memperparah kondisi luka. Padahal, tidur berkualitas sangat dibutuhkan ibu agar tubuhnya cukuo istirahat untuk proses pemulihan luka juga produksi ASI tetap lancar.
"Setelah melahirkan tentu tubuh perlu banget pemulihan. Pemulihan fisik ini berkaitan dengan posisi tidur. Bagaimana kualitas tidur setelah melahirkan dan posisi tidur ini juga akan menentukan gimana proses penyembuhan, baik kelahiran normal atau sesar," kata dokter umum dr. Jeffry Kristiawan, dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter.
Setidaknya ada tiga posisi tidur yang bisa dilakukan ibu setelah melahirkan. Tidak hanya agar ibu bisa tidur nyenyak, rekomendasi posisi tidur ini juga bisa dilakukan sambil menyusui anak. Berikut tiga rekomendasi posisi tidur nyaman bagi ibu baru melahirkan.
1. Telentang
Posisi terlentang ini jadi yang paling nyaman karena membuat tubuh datar dari kepala, leher, punggung, pinggang, bokong, hingga kaki. Ibu bisa tidur menggunakan bantal maupun tidak, disesuaikan dengan kenyamannya. Dojter Jeffry menyarankan agar bagian bawah lutut diganjal dengan bantal agar lebih nyaman.
Posisi tidur telentang juga bisa mengurangi penekanan pada area perut. Kemudian dengan posisi lurus itu juga dapat mengembalikan otot-otot tubuh yang berubah pasca melahirkan.
"Sebenarnya posisi tidur terlentang ini sangat nyaman untuk meningkatkan kualitas tidur. Dampaknya nanti pemulihan jadi lebih cepat," kata dojter Jeffry.
2. Miring
Posisi tidur miring bisa ke kiri atau kanan, kembali disesuaikan dengan kenyamanan. Posisi miring juga bisa mengurangi penekanan di perut yang masih dalam proses pemulihan. Sehingga ibu juga jadi bisa bernafas lebih lega.
Baca Juga: Cucu Kelima Presiden Jokowi Lahir, Berjenis Kelamin Laki-laki
Agar bisa tidur lebih nyaman, bagian belakang tubuh bisa diganjal dengan bantal atau guling. Sementara bagian lutut ditopang juga dengan guling atau bantal supaya tidur lebih nyaman dan nyenyak.
3. Setengah Duduk
Tidur setengah duduk sekitar 45 derajat juga bisa jadi pilihan. Bagi sebagian orang dikatakan posisi ini kurang nyaman, tapi untuk ibu yang habis melahirkan sebenarnya sangat berguna, terutama yang baru melahirankan secara sesar.
Posisi duduk akan memudahkan ibu saat menyusui bayi hingga tertidur. Dokter Jeffry menyarankan agar kepala dan leher ikut disandarkan agar ibunbisa rileks. Punggung serta pinggang dengan posisi 45 derajat berguna untuk membantu ibu bernafas lebih lega.
Berita Terkait
-
Kimberly Ryder Soroti Biaya Mahal RS, Ungkap Alasan Melahirkan di Bidan
-
Hesti Purwadinata Semprot Pria yang Atur Cara Melahirkan Calon Istri
-
5 Risiko Melahirkan di Usia 40-an seperti Annisa Pohan, Ada Tantangan Fisik dan Mental
-
Bude Wellness Tuai Sorotan Lagi, Dituding Anti Lahiran di RS Gegara Tak Sesuai Fitrah
-
Viral Mahasiswi Melahirkan saat Mudik: Awalnya Ngaku Sakit Perut, Berakhir Bawa 'Oleh-oleh' Bayi
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak