Suara.com - Saat berkomunikasi dengan seseorang, tidak hanya suara yang menjadi alat komunikasi tetapi juga bahasa tubuh. Biasanya, bahasa tubuh yang ditunjukkan pada seseorang menggambarkan apa yang dirasakan orang tersebut, termasuk perasaan tidak nyaman.
Perasaan tidak nyaman, dapat terlihat jelas melalui bahasa tubuh. Meskipun orang tersebut mengungkapkan ia menyukai atau bahagia, bahasa tubuh yang ditunjukkannya berbicara hal lain.
Biasanya, terdapat beberapa tanda dari bahasa tubuhnya jika orang tersebut tidak nyaman. Melansir laman Psych2Go, ketika merasa tidak nyaman, orang tersebut akan menunjukkan berbagai perilaku sebagai berikut.
Perlahan menjauh
Saat seseorang merasa tidak nyaman, seseorang secara perlahan akan menjauh. Biasanya, hal ini berawal dari arah kaki yang mulai menjauh.
Psikolog Sosial, Viktor Sander mengungkapkan, kaki yang perlahan menjauh ini menandakan orang tersebut memiliki keinginan untuk pergi. Menurut Viktor, kondisi ini dikarenakan orang tersebut merasa tidak nyaman dengan lawan bicaranya atau topik yang dibahas.
Kontak mata yang jarang
Kontak mata yang intens dapat menandakan orang tersebut menikmati komunikasi yang dilakukan. Namun, pada orang yang merasa tidak nyaman, kontak matanya akan tidak stabil. Kemungkinan juga beberapa kali ia akan mengalihkan pandangannya sebab merasa tidak nyaman. Tidak hanya itu, kontak mata terputus juga bisa menandakan rasa takut, gugup, dan malu.
Menjawab dengan singkat
Baca Juga: Ketahui 7 Tanda Siap Menjalin Hubungan, Apakah Kamu Sudah Siap?
Saat berkomunikasi, terkadang ada satu pihak yang menjelaskan secara panjang lebar tetapi hanya mendapat jawaban singkat. Jawaban singkat yang diberikan itu dapat menandakan orang tersebut merasa tidak nyaman.
Biasanya, hal ini terkait dengan topik yang dibahas sehingga membuatnya tidak tertarik atau kurang nyaman. Jawaban singkat yang diberikan juga dimaksudkan bahwa orang tersebut ingin pembicaraan segera berakhir.
Melakukan berbagai hal
Untuk mengisyaratkan perasaan tidak nyaman, seseorang juga sering melakukan berbagai hal seperti bermain ponsel, mengetuk telapak kaki berlebihan, menggerakan pinggul, dan lain-lain.
Semua gerakan tersebut disyaratkan sebagai penanda kalau dirinya sudah merasa tidak nyaman. Apalagi, ketika mendapat ajakan untuk pergi biasanya mereka akan langsung mengiyakan karena ingin keluar dari situasi tidak nyaman tersebut.
Menyilangkan tangan
Berita Terkait
-
Menemukan Intisari Kedamaian di Balik Lembaran Healing the Emptiness
-
Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS
-
Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Tutorial Jadi Cenayang Psikologi: Baca Karakter Orang Lewat Cara Dia Jalan dan Ngomong
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS