Suara.com - Ada kaitan antara tekanan darah tinggi alias hipertensi dengan risiko terjadinya demensia. Menurut Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, pasien hipertensi memang lebih berisiko mengalami gangguan kognitif atau demensia. Apa penyebabnya?
Kondisi Covid-19 secara global tampaknya mulai menunjukkan perbaikan. Di Singapura, pemerintah setempat telah mulai melonggarkan peraturan penggunaan masker. Hal tersebut juga yang membuat beberapa perusahaan masker mulai menurunkan produksinya. Benarkan angka penularan kian menurun?
Simak selengkapnya berita hits kesehatan di bawah ini!
1. Dokter: Tekanan Darah Tinggi Dapat Merusak Dinding Pembuluh Darah dan Sebabkan Demensia
Ada kaitan antara tekanan darah tinggi alias hipertensi dengan risiko terjadinya demensia. Menurut Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, pasien hipertensi memang lebih berisiko mengalami gangguan kognitif atau demensia.
Menurut dr. Eka, tekanan darah tinggi dapat menimbulkan kerusakan di dinding pembuluh darah sehingga lambat laun akan terjadi kerusakan di saraf pembuluh darah otak serta penyempitan pembuluh darah berukuran kecil-kecil di otak.
2. Update Covid-19 Global: Kondisi Membaik, Perusahaan Masker di Singapura Mulai Menurunkan Produksinya
Update Covid-19 global menunjukkan perbaikan. Bahkan di Singapura, pemerintah setempat telah mulai melonggarkan peraturan penggunaan masker. Hal tersebut juga yang membuat beberapa perusahaan masker mulai menurunkan produksinya.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Demi Nol Covid, Timnas Voli China Pakai Masker N95 Saat Bertanding
Karena angka penularan yang kian menurun, Singapura juga memperbolehkan masyarakat untuk melepas masker di dalam ruangan. Pemberlakukan ini juga sudah dilakukan sejak Senin, (29/8/2022) lalu, termasuk masker di luar ruangan.
3. Update Covid-19 Global: Jepang Longgarkan Aturan Untuk Para Turis
Update Covid-19 menunjukkan adanya kelonggaran di beberapa negara untuk para turis yang datang, termasuk Jepang. Di tengah angka kenaikan yang cukup besar, Jepang justru melonggarkan peraturan Covid-19 untuk para turis.
Dikatakan, para turis diizinkan mengunjungi Jepang dengan paket wisata tanpa pemandu terhitung 7 September mendatang. Bahkan, negeri yang terkenal dengan samurainya ini menaikkan jumlah turis harian yang sebelumnya 20.000 menjadi 50.000 untuk mengunjungi Jepang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?