Suara.com - Mencukupi nutrisi untuk setiap tahap perkembangan anak adalah hal yang wajib, agar anak dapat tumbuh optimal dan terjaga kesehatannya. Kondisi malnutrisi dan bahayanya wajib pula menjadi perhatian para orangtua, sehingga dapat melakukan langkah pencegahan yang efektif.
Maka pada artikel singkat ini mari kita bahas mengenai apa itu malnutrisi dan bahayanya jika hal ini sampai terjadi pada anak-anak. Berikut pembahasan singkat yang bisa diberikan.
Memahami Apa Itu Malnutrisi
Pada anak-anak, malnutrisi dapat didefinisikan sebagai kurangnya berat badan seorang anak dibandingkan dengan berat badan ideal anak pada usianya. Anak akan terlihat kurus atau benar-benar dalam kondisi memprihatinkan karena kurangnya asupan nutrisi yang diperlukan.
Malnutrisi kemudian dibedakan menjadi dua jenis, malnutrisi ringan, jika berat badan anak hanya 70% hingga 90% dari berat badan ideal anak seusianya, dan malnutrisi berat jika berat badan dibawah 70% dari berat badan ideal anak seusianya.
Berat badan ini kemudian akan mempertimbangkan juga tinggi badan, sebagai perhitungan rasio berat badan ideal pada tumbuh kembang anak.
Mengutip dari Alodokter, kondisi ini selain menyebabkan postur tubuh anak tidak ideal, juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit dan infeksi lantara daya tahan tubuh anak tidak akan terbentuk dengan sempurna. Tidak jarang, malnutrisi juga berpengaruh pada penurunan kecerdasan dan kapasitas kerja di masa dewasa.
Bahaya Malnutrisi jika Tidak Ditangani
Malnutrisi, seperti yang sudah diungkapkan sekilas pada bagian sebelumnya, memiliki bahaya jangka panjang untuk anak-anak. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Ingin Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak? Perhatikan Asupan Makanan Berikut!
1. Gangguan Tumbuh Kembang
Jelas, malnutrisi akan membuat anak-anak terganggu tumbuh kembangnya. Kurangnya nutrisi yang masuk dan diserap tubuh membuat anak-anakl tidak akan mendapatkan postur yang ideal, dan kekuatan otot yang baik untuk tubuhnya.
2. Daya Tahan Tubuh Rendah
Selanjutnya efek buruk dari malnutrisi adalah bahwa daya tahan tubuh menjadi rendah. Risiko penyakit menjadi tinggi, dan membuat anak sulit sekali tumbuh dengan optimal. Nutrisi yang dimiliki tubuh akan digunakan untuk proses pemulihan terus menerus, sehingga mengakibatkan anak kurang bertenaga dan tidak bersemangat.
3. Gangguan Kesehatan Serius
Penyakit-penyakit serius seperti kwashiorkor, marasmus, beri-beri, skorbut, hingga anemia akan menjadi ancaman besar pada kehidupan seorang anak yang mengalami malnutrisi. Jelas, hal ini wajib ditangani dengan baik agar risiko yang ada dalam bagian kedua ini bisa dihindarkan dari anak-anak di masa depannya.
Itu tadi sedikit pembahasan mengenai malnutrisi dan bahayanya jika tidak lekas ditangani. Semoga menjadi artikel yang berguna untuk Anda, dan selamat melanjutkan aktivitas!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?