Suara.com - Kehamilan selama trimester pertama menjadi krusial bagi ibu dan janin. Saat itu pula janin masih rentan keguguran karena kondisinya belum terlalu kuat.
Oleh sebab itu, ibu sering kali dilarang melakukan beberapa hal ketika usia kehamilan masih di trimester pertama atau sekitar 1 sampai 12 minggu. Hal terdebut bukan sekadar mitos, tetapi benar adanya secara medis.
"Kehamilan trisemester pertama waktu yang paling krusial karena di situ adalah proses pembentukan bakal janin, kemudian organ dalam, seperti otak, jantung, paru-paru, dan sebagainya. Jadi betul-betul sangat krusial, ibu harus hati-hati," kata dokter Jeffry Kristiawan pada kanal YouTube Tanyakan Dokter.
Ia menjabarkan beberapa hal yang perlu lebih diperhatikan saat masih hamil muda, sebagai berikut.
1. Hubungan Seks
Berhubungan ketika hamil di trisemester pertama sebetulnya tidak ada larangan. Hanya saja harus dilakukan dengan pengaman, misalnya pakai kondom. Karena apabila berhubungan seperti biasa saat sedang hamil muda, cairan sperma yang dikeluarkan oleh pasangan dan keluar di dalam perut ibu, rentan memicu kontraksi.
Ada beberapa ibu yang mungkin tidak akan merasakan apa-apa setelah berhubungan. Tapi, pada sebagian perempuan biasa saja beberapa jam setelah berhubungan perut jadi terasa kencang.
"Itu salah satu hal yang jadi efek samping kalau berhubungan tanpa pengaman. Trimester berapapun usia kehamilan boleh berhubungan pakai pengaman atau jangan dikeluarkan di dalam," pesannya.
2. Batasi Konsumsi Makanan Kurang Matang
Baca Juga: Dewi Perssik Skakmat Kekeyi saat Klarifikasi Kabar Hamil: Oh Biar Diundang TV?
Ibu harus membatasi makanan yang tidak dimasak dengan matang atau makanan setengah matang, contohnya sushi juga telur setengah matang. Karena pada makanan setengah matang atau tidak dimasak rentan masih terkandung bakteri, seperti salmonella tipus yang bisa membuat ibu sakit tipus.
Kondisi ibu hamil juga rentan terinfeksi bakteri, virus, maupun kuman. Jadi harus betul-betul menjaga asupan makanan yang benar-benar matang supaya lebih aman.
3. Hindari Ikan Laut Berukuran Besar
Pada saat awal hamil sebaiknya hindari makanan laut yang berbentuk besar, misalnya ikan hiu dan ikan makarel. Dokter Jeffry menjelaskan bahwa hewan besar seperti ikan besar yang ada di laut mengandung merkuri lebih tinggi dibandingkan ikan laut berukuran kecil atau ikan air tawar.
Merkuri sendiri sangat berbahaya bagi janin karena dapat menyebabkan cacat, kelahiran prematur, dan risiko berat nadan lahir rendah.
4. Hindari Alkohol
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini