Suara.com - Penyakit tekanan darah tinggi alias hipertensi dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk riwayat genetik hingga gaya hidup. Namun siapa sangka, hormon juga bisa membuat tekanan darah tinggi dan sulit dikontrol.
Simak tanya dokter dengan pakar kardiologi dari Amerika Serikat, dr. R. Todd Hurst, MD, FACC, FASE, seperti dikutip dari WebMD.
Dok, benarkah tekanan darah tinggi juga bisa dipengaruhi oleh hormon?
Kita sudah tahu sejak lama bahwa penyebab kenaikan tekanan darah adalah hormon aldosteron. Meskipun jarang, tapi penelitian membuktikan bahwa tingginya hormon aldosteron membuat kasus tekanan darah tinggi semakin sering.
Siapa saja yang rentan terserang penyakit tekanan darah tinggi karena hormon?
Sebuah penelitian menyebut 20 persen orang yang penyakit tekanan darah tingginya sulit dikontrol dengan pengobatan normal, ternyata disebabkan oleh tingginya hormon aldosteron.
Namun memang kasus ini sangat jarang, hanya 1 dari 1.000 orang yang mengalaminya.
Bagaimana cara terbaik mengontrol tekanan darah?
Perubahan gaya hidup seperti rutin berolahraga, makan makanan bernutrisi, menghindari konsumsi makanan tinggi garam dan lemat, menghentikan kebiasaan minum alkohol, hingga menjaga berat badan tetap ideal adalah cara paling efektif mencegah tekanan darah tiinggi.
Baca Juga: Tanya Dokter: Kenapa Infeksi Virus Bisa Sebabkan Kanker, Dok?
Bagi Anda yang sudah menjalani pengobatan tekanan darah tinggi, wajib untuk kontrol secara rutin ke dokter serta selalu pantau tekanan darah di rumah.
Jika perlu, lakukan juga tes hormon aldosteron untuk mengetahui apakan tekanan darah tinggi Anda disebabkan oleh masalah hormon.
Punya pertanyaan seputar kesehatan, diet, hingga urusan ranjang? Suara.com bisa membantu Anda menemukan jawabannya. Tulis pertanyaan Anda di kolom komentar, untuk bisa dijawab oleh pakar.
Berita Terkait
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
7 Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah dan Detak Jantung
-
Hipertensi Dominasi Keluhan Pemudik di Stasiun Gambir, Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan Gratis
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia