Kacang kedelai kaya akan protein. Meskipun mungkin berguna dalam meningkatkan kesehatan tulang yang optimal, mekanismenya masih belum jelas. Anda dapat membuat banyak hidangan lezat dengan kacang kedelai yang akan disukai anak-anak Anda.
4. Ayam
Daging unggas adalah sumber protein yang baik, bersama dengan vitamin B (terutama thiamin, Vitamin B6, dan asam pantotenat). Studi tentang pertumbuhan fisik anak-anak yang termasuk dalam kelompok berpenghasilan rendah menunjukkan bahwa protein hewani berkualitas baik diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan.
5. Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran berdaun hijau tidak hanya memberi anak-anak Anda kekuatan tetapi juga menyediakan kalsium dalam jumlah yang baik. Kalsium dalam sayuran berdaun (kol Cina, kangkung, dan brokoli) menyeimbangkan resorpsi tulang (pemecahan jaringan di tulang untuk melepaskan mineral) dan deposisi (pembentukan jaringan di tulang dengan deposisi mineral), yang bervariasi menurut usia. Pada anak-anak dan remaja, pembentukan tulang lebih dari sekadar resorpsi, yang mendukung pertumbuhan tulang.
6. Wortel
Wortel kaya akan beta-karoten, yang diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Menambahkan wortel mentah ke dalam makanan membantu tubuh menyerap kalsium lebih efisien, yang memengaruhi resorpsi tulang dan menjaganya tetap sehat. Tambahkan wortel mentah ke salad atau buat jus wortel segar untuk anak-anak Anda.
7. Buah-buahan
Buah-buahan kaya akan vitamin dan mineral, mikronutrien esensial yang meningkatkan kekebalan dan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan. Biasakan memberi anak Anda 1-2 porsi buah setiap hari. Anda juga dapat menambahkannya ke sereal untuk membuatnya berwarna dan lezat. Sertakan varietas buah yang berbeda setiap hari untuk memenuhi kebutuhan harian.
Baca Juga: Sudah 18 Tahun SBY dan Megawati Berseteru, Begini Asal Mulanya
8. Gandum Utuh
Biji-bijian utuh kaya akan vitamin B, magnesium, selenium, seng, dan zat besi serta mengandung sedikit kalsium. Semua mineral ini penting untuk pertumbuhan dan mineralisasi tulang. Anda dapat memberi anak-anak roti gandum dan pasta serta sereal.
9. Yogurt
Yogurt padat nutrisi dan sumber protein, kalsium, vitamin D, dan seng yang baik. Sebuah studi menunjukkan korelasi positif antara asupan probiotik dan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kurang gizi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan hal ini. Jika anak Anda bukan penggemar yogurt, mintalah mereka makan keju karena kaya akan protein, kalsium, dan vitamin D.
10. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan adalah sumber nutrisi dan mengandung vitamin, mineral, lemak sehat, dan protein. Asam lemak omega-3 yang ada dalam kacang bermanfaat untuk kesehatan dan pergantian tulang. Protein dalam kacang juga penting untuk pertumbuhan anak Anda. Sertakan kacang (15 g) sebagai camilan atau tambahkan ke sereal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!