Apabila ada sumbatan karena kelainan bentuk, kelainan bawaan, atau pun tumor di luar ginjal yang kemudian menghambat aliran urine, dengan pemeriksaan USG seharusnya kondisi tersebut bisa ditemukan.
4. Tidak Ada Indikasi Infeksi Tertentu
Dokter mencari berbagai panel infeksi dari segala macam virus dan bakteri yang kemungkinan jadi penyebab gagal ginjal akut tersebut. Tes dilakukan dengan swab tenggorok seperti saat tes Covid-19.
Namun, kata dokter Eka, tidak didapatkan infeksi virus yang seragam pada anak-anak tersebut.
"Ada beberapa yang virusnya a, b, c, sehingga tidak bisa disimpulkan penyebabnya adalah satu virus tersebut," katanya.
"Kemudian kami juga lakukan suatu rektal dari anus untuk mencari infeksi yang biasa menyebabkan diare atau infeksi pencernaan, itu juga kami tidak mendapatkan virus yang konsisten. Sehingga tidak bisa menyebutkan kalau ini mengarah ke infeksi tertentu," tambah dokter Eka.
5. Beberapa Pasien Ada yang Sembuh Total, Ada Juga yang Harus Cuci Darah
Dokter Eka menyampaikan bahwa ada beberapa pasien yang sembuh total dan gi jalnya berfungsi normal kembali. Tetapi, ada pula yang harus dilakukan cuci darah karena ginjal tidak kunjung produksi urine selama perawatan di rumah sakit.
Pasien yang tidak ada urine kemudian dilakukan terapi obat atau cairan yang untuk merangsang produksi urine ada lagi. Artinya, kata dokter Eka, dokter hanya memberikan pengobatan konservatif tanpa terapi cuci darah. Tetapi apabila pasien sudah diberikan obat tetap tidak ada urine, maka akan dilakukan cuci darah hemodialisis.
6. Tindakan yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Lantaran akar masalah dari penyakit tersebut belum diketahui, dokter Eka berpesan kepada orang tua agar jangan mengabaikan bila volume buang air kecil anak tiba-tiba berkurang drastis. Sebelum itu, apabila anak alami gejala batuk pilek, panas, diare, hingga muntah harus selalu dipantau produksi urine anaknya. Bila ada penurunan, maka harus segera dibawa ke rumah sakit.
Berita Terkait
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Siapa dr. Zoji? Inilah Sosok yang Sempat Merawat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia
-
Awal Mula Vidi Aldiano Didiagnosis Kidney Kanker hingga Harus Operasi Angkat Ginjal
-
Selamat Jalan Vidi Aldiano, Keluarga dan Sahabat Iringi Pemakaman di Tanah Kusir
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan