Suara.com - Penyakit kanker paru-paru adalah suatu kondisi ketika sel atau jaringan dari lapisan saluran nafas telah berubah menjadi sangat besar dan memperbanyak diri sehingga menyebabkan gangguan fungsi dari paru sebagai organ pertukaran udara di dalam tubuh.
Karenanya sangat penting untuk mengetahui penyebab kanker paru sekaligus mewaspadai gejala kanker paru dan menghindarinya bagi masyarakat yang mencintai hidup sehat.
Dalam keterangannya, Dokter Spesialis Paru-paru dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Dr. dr. Achmad Mulawarman J, Sp.P(K)., mengatakan bahwa kanker paru-paru bisa diobati dengan berbagai cara namun dengan meninjau dari kondisi penderita dan tingkat keparahan penyakit kanker.
Dijelaskan Achmad Mulawarman, penanganan utama terhadap kanker paru-paru stadium awal melalui tindakan operasi. Jika kanker telah mencapai stadium lanjut, maka penanganan dapat dilakukan dengan radioterapi dan kemoterapi.
"Keberadaan Kanker paru ini umum tidak memiliki gejala namun akan timbul jika sel kanker telah menyebar luas di jaringan organ paru dan sekitarnya. Pencegahan terbaik adalah berhenti merokok bagi yang merokok atau menghindari asap rokok bagi yang tidak merokok. Bagi seseorang yang berisiko terkena kanker paru-paru, pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan," kata dia dalam keterangannya baru baru ini.
Selain itu, disarankan untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Sebagai infomrasi, secara global, kanker paru merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita.
Selain disebabkan oleh kebiasaan merokok aktif ataupun pasif yaitu terpapar senyawa beracun dari asap rokok atau zat kimia aktif dari lingkungan sekitar, timbulnya kanker paru dapat disebabkan oleh riwayat keluarga penderita kanker paru. Di Stadium awal, penyakit ini tidak memiliki gejala, namun keluhan dan rasa sakit mulai timbul saat sel kanker paru mulai bertambah besar dan menyebar di jaringan organ paru dan sekitarnya yang ditandai dengan batuk kronis, batuk berdarah, nyeri dada dan penurunan berat badan secara signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance