Suara.com - Artis senior Suti Karno, pemeran Atun di sinetron Si Doel Anak Sekolahan, terpaksa harus mengamputasi kakinya akibat mengidap diabetes. Sehari-hari ia pun harus duduk di kursi roda karena kondisinya yang sakit.
Penyakit itu rupanya telah ia alami selama 18 tahun. Suti mengaku keputusan mengamputasi kaki menjadi pilihannya sendiri, bukan keputusan dokter.
"Pembuluh darah saya sudah rusak bagian atas, saya bilang kenapa gak potong aja dah," cerita Suti saat jadi bintang tamu diacar Rumpi Trans TV, dikutip Senin (26/12/20222).
Amputasi itu rupanya telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Adik Rano Karno itu mengaku belum bisa beraktivitas seperti biasa.
Diabetes yang tidak terkontrol dan dalam waktu lama memang bisa berakibat fatal sampai amputasi. Amputasi jadi jalan terakhir yang bisa dilakukan saat telah terjadi kerusakan saraf akibat diabetes tinggi atau neuropati diabetik.
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, kaki termasuk organ yang rentan terjadi kerusakan saraf akibat diabetes karena penyempitan pembuluh arteri akibat gula darah terlalu tinggi. Kondisi itu mengakibatkan aliran darah ke kaki kurang.
Lambat laun, fungsi saraf menurun bahkan rusak. Ketika jaringan saraf di kaki rusak, sensasi untuk bisa merasakan sakit menjadi berkurang. Itu sebabnya, kaki dapat terluka tanpa disadari oleh pengidap diabetes.
Luka tersebut juga jadi menjadi sulit untuk disembuhkan karena kurangnya aliran darah. Luka kecil yang tersembunyi di bawah kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah. Kondisi tersebut yang terlanjur parah itu lah yang menyebabkan kaki diamputasi agar infeksi tidak makin menyebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi