Suara.com - Komedian Nunung Srimulat belum lama ini didiagnosa sakit kanker payudara. Sebelum terkena kanker payudara, istri Iyan Sambiran itu juga menceritakan bahwa dirinya mengidap penyakit lain yang membuatnya harus cek darah setiap bulan.
Akibat kondisi kesehatannya itu, Nunung sampai meminta semua anak dan cucunya kembali ke Solo dan berusaha mencari nafkah sendiri. Diketahui, Nunung rupanya menjadi tulang punggung bahkan harus membiayai 50 anggota keluarganya.
"Saya lagi fokus sama diri saya, makanya saya ngasih pengetahuan ke keluarga besar saya yang ada di Jakarta, saya pulangkan ke Solo semua," ungkap Nunung saat bercerita di konten YouTube Ruben Onsu yang diunggah Rabu (1/2/2023).
Usai didiagnosis, Nunung langsung menjalani berbagai pemeriksaan untuk mengetahui jenis kanker payudara yang diidapnya juga mengetahui perkembangan sel-sel kanker tersebut. Nunung berharap kanker payudara yang diidapnya belum menyebar ke organ yang lain.
Seperti kanker lainnya, penyebab kanker payudara bisa dari kombinasi berbagai faktor. Perempuan memang lebih berisiko terkena ka ker payudara juga seiring bertambah tua.
Menurut CDC Amerika Serikat, sebagian besar kanker payudara ditemukan pada perempuan yang berusia 50 tahun ke atas.
Beberapa perempuan akan terkena kanker payudara bahkan tanpa faktor risiko lain yang diketahui. Meski begitu, memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang akan terkena penyakit tersebut, dan tidak semua faktor risiko memiliki efek yang sama.
Sebagian besar perempuan memiliki beberapa faktor risiko, tetapi sebagian besar lainnya tidak terkena kanker payudara.
Berikut faktor risiko yang kanker payudara yang tidak dapat diubah menurut CDC:
Baca Juga: Dukung Gerakan 10.000 USG Gratis, Ini Langkah yang Dilakukan YOU Beauty
1. Semakin tua
Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kanker payudara didiagnosis setelah usia 50 tahun.
2. Mutasi genetik
Perempuan yang mewarisi perubahan (mutasi) pada gen tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2, berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan ovarium.
3. Riwayat reproduksi
Menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah usia 55 tahun membuat perempuan terpapar hormon lebih lama, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!