Suara.com - Apakah anda berencana memberi vaksin polio untuk anak? Jika masih ragu, simak penjelasan serba-serbi vaksin polio berikut.
Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai serba-serbi vaksin polio mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, prosedur, dan efek samping yang perlu diketahui.
Diketahui, salah satu penyakit di Indonesia yang tergolong tinggi yang kebanyakan menyerang anak-anak yaitu penyakit polio. Untuk meminimalisir penyabarannya, maka dibutuhkan vaksin polio.
Lantas apa itu vaksin polio? Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini serba-serbi vaksin polio lengkap dengan pengertian, tujuan, manfaat, prosedur, dan efek sampingnya yang lansir dari berbagai sumber.
Pengertian Vaksin Polio
Vaksin polio adalah vaksin yang digunakan untuk menekan penyebaran penyakit polio, yang mana vaksin tersebut berisi virus yang telah dilemahkan. Vaksin tersebut kemudian diberikan kepada anak-anak guna melindungi tubuh dari infeksi polio atau poliomyelitis.
Vaksin polio umumnya diberikan kepada bayi atau anak-anak yang digabungkan bersama jenis vaksin lainnya atau dikenal juga dengan istilah PTD (difteri, tetanus, dan polio).
Tujuan Vaksin Polio
Sama seperti vaksin lainnya, pemberian vaksin polio ini pun memiliki tujuan untuk melindungi tubuh dari virus. Saat vaksin ini disuntikan ke dalam tubuh, maka ini akan menjadi semacam perisai yang membuat tubuh tidak mudah terserang polio serta mampu meminimalisir adanya risiko komplikasi.
Baca Juga: Vaksin Polio di Tebing Tinggi Sasar 12.226 Anak
Melansir dari situs resmi WHO, vaksin polio memiliki manfaat untuk tubuh. Adapun manfaat vaksin polio yaitu mampu nenguatkan imunitas anak dari serangan virus polio. Jika vaksin sudah disuntikan saat usia kanak-kanak, maka saat dewasa tak perlu lagi disuntikan vaksin polio.
Prosedur Pemberian Vaksin Polio
Untuk prosedur pemberian vaksin polio ini dilakukan oleh dokter lewat obat tetes mulut pada bayi saat baru dilahirkan. Setelah itu, vaksin diberikan lewqt suntikan kepada anak-anak.
Vaksin polio ini harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan, ini bertujuan agar vaksin dapat berfungsi secara efektif. Agar pemberian vaksin maksimal, pastikan untuk tidak melewatkan satu dosis pun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!