Suara.com - Isotonik merupakan jenis minuman yang digadang-gadangkan dapat membantu mengembalikan cairan. Apalagi untuk orang yang sering beraktivitas di luar ruangan di tengah cuaca panas.
Saat orang melakukan kegiatan di luar ruangan cairan dalam tubuh dapat berkurang secara drastis. Kekurangan cairan membuat tubuh seseorang menjadi dehidrasi.
Dehidrasi sendiri akan mempengaruhi peredaran darah sehingga volume dan tekanannya berkurang. Efek secara langsung dehidrasi yang terjadi pada tubuh mulai dari pusing, lemas, kebingungan hingga lelah. Salah satu cara untuk mengembalikan cairan tubuh agar kembali segar setelah dehidrasi adalah minuman isotonik.
Minuman isotonik memiliki kandungan elektrolit yang menyerupai garam di dalam tubuh. Karena hal tersebut, minuman isotonik dapat dengan cepat mengganti gula dalam tubuh yang hilang. Air kelapa merupakan minuman isotonik alami yang banyak diandalkan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat banyak mencari keberadaan air kelapa saat dehidrasi.
Selain menghilangkan dehidrasi dengan cepat, minuman isotonik dapat mendatangkan manfaat bagi tubuh. Terlebih jika cuaca sedang panas dan tubuh kehilangan banyak cairan. Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan saat mengkonsumsi minuman elektronik, seperti dalan keterangan yang diterima Suara.com, Rabu, (1/3/2023).
1. Cepat Menyerap
Minuman isotonik memiliki kandungan air, garam dan karbohidrat di dalamnya. Berbagai kandungan ini serupa dengan konsentrasi darah pada tubuh. Sehingga cairan isotonik sangat mudah memasuki aliran darah dan menyerap dalam tubuh daripada minuman lainnya. Tubuh akan lebih cepat pulih dari dehidrasi saat mengkonsumsi cairan isotonik.
2. Mengembalikan Tenaga
Karena mengandung berbagai zat, minuman isotonik dapat membuat tubuh kembali bertenaga. Terutama kandungan karbohidrat dan gula di dalam cairan elektrolit yang mengembalikan tenaga dengan cepat. Oleh karena itu orang dengan aktivitas padat dan di luar ruangan. banyak yang mengkonsumsi minuman isotonik. Sebab selain membuat tenaga cepat pulih, tubuh menjadi lebih segar saat minum cairan isotonik.
Baca Juga: Selain Minum Air, 5 Cara Ini Bisa Cegah Dehidrasi
3. Beda dengan Minuman Berenergi
Meski memiliki efek sama sama membuat segar, minuman isotonik tidak sama dengan minuman berenergai. Minuman isotonik mengandung banyak zat yang diperlukan oleh tubuh, seperti kandungan karbohidrat, mineral, garam, gula hingga elektrolit. Sedangkan minuman berenergi, selain mengandung zat yang bermanfaat juga terdapat zat yang tidak digunakan tubuh. Misalnya kafein, taurin, guarana, keratin bahkan zat adiktif untuk menambah kerja tubuh. Namun beberapa zat di minuman berenergi justru tidak diperlukan oleh tubuh.
4. Menjaga Keseimbangan Tubuh
Cairan yang berada di dalam tubuh dapat berkurang keseimbangannya karena berbagai aktivitas. Kandungan zat elektrolit dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang karena aktivitas. Zat-zat seperti sodium, potasium, kalsium, magnesium dapat kembali tergantikan dengan meminum cairan isotonik. Hal tersebut membuat cairan di dalam tubuh tetap terjaga dan seimbang.
Beberapa merk minuman isotonik telah beredar di masyarakat, salah satu di antaranya adalah YUZU Isotonic. Dalam sebuah kesempatan, Brand Executive YUZU Isotonic Margareta Sianne mengungkapkan produk minuman isotonik mereka sangat menjaga kualitas.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kandungan yang terdapat dalam minuman isotonik tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh