Favorit Buka Puasa: Segudang Manfaat Blewah, Isotonik Alami Lho!
Buah blewah selain sangat cocok disajikan saat sinar matahari menyengat, juga untuk menu berbuka puasa. Selain sehat, buah blewah juga mampu melepaskan dahaga setelah seharian berpuasa, karena rasanya menyegarkan.
Blewah berbentuk bulat lonjong, berwarna jingga terang atau kuning jingga, terkadang diselingi warna oranye atau kuning kehijauan. Kulit buahnya relatif tipis. Daging buahnya lembut. Bagian dalamnya berongga dan berisi biji-biji kecil berwarna putih.
Buah blewah (Cucumis melo var. cantalupensis L.) merupakan buah yang berasal dari kingdom Plantae, subkingdom Tracheobiota, superdivisi Spermatophyta, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, subkelas Dilleniidae, ordo Violales, keluarga atau famili Cucurbitaceae, genus cucumis, spesies cucumis melo, dan varian cantalupensis L.
Dari klasifikasi ini, jelaslah bahwa blewah merupakan tumbuhan penghasil buah, berpembuluh, berbunga, menghasilkan biji yang bersifat dikotil (berkeping dua), serumpun dengan labu-labuan, sekerabat dengan mentimun, dan sahabat dekat buah melon.
Blewah di Semangka Belanda
Di beberapa literatur, blewah dinamakan juga dengan istilah semangka Belanda, garbis, cantaloupe. Istilah cantaloupe bermula dari kota kecil di Roma, Cantaloupo, Sabina. Benih-benih dibawa dari Armenia dan ditanam di kebun Papal selama 1400 s.d. 1500-an.
Kandungan dan Khasiat Buah blewah kaya akan berbagai macam zat yang bermanfaat dan berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Misalnya, air, energi (39 kalori), karbohidrat (10,2 gram per 100 gram), gula monosakarida, fruktosa, glukosa, sebagai sumber vitamin A (mengandung 3.282 IU atau 4.000 SI setiap 100 gram buah segar), kaya akan vitamin B6 dan vitamin C (36,7 mg per 100 gram), vitamin E, provitamin A, serat makanan, mineral, kalium (potassium), dan antioksidan (berupa betakaroten).
Kandungan air pada buah blewah amat bermanfaat sebagai pengganti cairan tubuh sekaligus isotonik alami yang baik bagi atlet, olahragawan, pekerja berat, wisatawan, petualang alam, pendaki gunung, sukarelawan, tim SAR, dan orang yang sedang berbuka puasa.
Kandungan vitamin C pada buah blewah setara dengan 60 mg pada suplemen vitamin C yang dijual di apotek.
Segudang Manfaat Blewah
Blewah juga berkhasiat untuk menurunkan demam, panas dalam (akibat peradangan atau infeksi sistemik), dan juga sebagai antihipertensi alami, yaitu mampu mengendalikan dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Manfaat lain dari blewah, antara lain, meningkatkan daya tahan tubuh, memelihara kesehatan jantung, paru-paru, pembuluh darah, meningkatkan fungsi ginjal dan limpa, mengurangi gejala alergi (bersin-bersin, gatal-gatal, hidung tersumbat atau sering berair, kulit kemerahan, dsb.), mengurangi pembentukan plak di pembuluh darah arteri, mengendalikan hiperkolesterolemia (peningkatan kadar kolesterol di dalam darah) dan diabetes melitus (kencing manis), obesitas (berat badan yang tak terkendali hingga kegemukan), juga dapat "mengusir" asam urat.
Bagi perokok berat atau pecandu rokok, buah blewah sangat dianjurkan untuk lebih sering dikonsumsi, mengingat khasiat vitamin A sebagai "penggempur" nikotin dan penetral zat-zat beracun lainnya di dalam rokok. Tentu, berhenti merokok untuk selamanya adalah terapi yang lebih efektif daripada sekadar mengonsumsi blewah.
Khasiat lain blewah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat adalah buah blewah sangat efektif sebagai sebagai pencahar alami, membantu melancarkan poses buang air besar, juga membantu fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus, kaya antioksidan (antara lain betakaroten) yang berperan penting di dalam menghambat radikal bebas, mengurangi konsentrasi radikal peroksil, mengatasi gangguan kulit, membantu meremajakan sekaligus menyegarkan kulit.
Agar khasiatnya tidak memudar atau hilang, konsumsilah buah blewah segera setelah dikupas. Jika telah dikupas, sebaiknya buah blewah segeralah dihabiskan tanpa tersisa sebab hanya dapat bertahan selama satu hari. Menyimpan sisa blewah yang telah terpotong, tinggal separuh sangat tidak dianjurkan meskipun disimpan di dalam almari es atau freezer.
Blewah, Buah yang Merakyat
Blewah merupakan buah yang merakyat. Betapa tidak? Selain harganya yang relatif murah, berkesan mewah, mudah dijumpai, mudah ditemukan, hampir tidak mengenal musim, serta ada di mana-mana.
Cobalah untuk mampir di pasar-pasar tradisional, toko buah, supermarket maka kita dengan mudah akan mengenalinya.
Tidaklah berlebihan bila blewah kita sebut sebagai "Buah Murah dan Merakyat", mengingat buah ini selain kaya manfaat, juga amat dekat dengan kehidupan kita.
Hikmah di kehidupan bermasyarakat, tentunya para pemimpin dan elite politik harus meneladani buah blewah agar disukai rakyatnya. Murah senyum, bersahabat, dekat, merakyat. Ini profil pemimpin sejati.
Selain itu, untuk menikmati buah blewah sangat mudah. Cukup dikupas, disisir, lalu kita beri air gula. Agar aroma dan rasanya lebih mantap dan nikmat.
Dapat pula ditambahkan es dan sirup sesuai dengan selera. Hmm... bagaimana rasanya? Enak, ya? Segar dan manis, kan? Mau mencoba?
Sumber: Antara/dr. Dito Anurogo, Dokter digital/online, penulis 18 buku, pemerhati medikopomologi (buah berkhasiat obat), Ketua Jurnal Paradigma UGM, Ketua Forum Kewirausahaan Sosial Yogyakarta & Jawa Tengah, sedang studi S-2 di IKD Biomedis FK UGM).
Baca Juga: Tingkatkan Kekebalan Tubuh, WHO Sarankan 4 Jenis Makanan Bernutrisi!
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh