Suara.com - Gangguan jantung bukan lagi penyakit yang hanya mengincar orang tua. Kini penyakit tersebut juga mulai menyerang anak muda. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya penyumbatan koroner ringan yang dimulai di usia akhir 20 tahunan.
Menurut Dr Tan Kok Leng dari Pantai Hospital Kuala Lumpur, ada beberapa faktor mengapa gangguan jantung mengintai anak muda. Salah satunya adalah gaya hidup modern yang kurang sehat dan pada akhirnya menyebabkan berbagai macam penyakit.
“Anak muda sering mengonsumsi makanan cepat saji dan merokok atau vaping. Kebiasaan buruk ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis”, tutur Dr Tan Kok Leng dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.
Dr Tan Kok Leng selanjutnya menambahkan bahwa gaya hidup yang buruk juga menyebabkan hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Beberapa penyakit inilah yang dapat menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung.
“Konsumsi minuman beralkohol menjadi faktor berikutnya mengapa gangguan jantung di kalangan anak muda mulai meningkat. Kebiasaan tersebut mampu menghasilkan kardiomiopati alkoholik, yaitu suatu kondisi di mana alkohol melemahkan otot jantung secara langsung”, ujar Dr Tan Kok Leng.
Rutinitas kaum muda yang betah duduk berlama-lama di depan meja kerja ikut menyumbang risiko penyakit jantung. Akan tetapi, olahraga berat pun sama besar resikonya. Pasalnya, gym berlebihan beban dapat meningkatkan ketebalan otot jantung.
Banyak anak muda turut mengonsumsi suplemen yang dapat menyebabkan kerusakan jantung serta menyebabkan aritmia. Kaum muda juga biasa mengalami stres akibat tekanan hidup yang tinggi.
Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Hal ini didukung juga dengan sebuah penelitian yang menjabarkan bahwa tingginya kadar kortisol akibat stres jangka panjang dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami penyakit kolesterol dan hipertensi.
Penyakit hipertensi sendiri merupakan salah satu penyakit mematikan. Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi adalah penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.
Baca Juga: Bahasa Prokem Bahasa Gaulnya Tahun 80`an
Dapat disimpulkan bahwa orang berusia muda sekarang cukup berisiko mengalami gangguan jantung dikarenakan faktor gaya hidup dan sisi psikologis.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar semakin waspada dengan bahayanya penyakit jantung. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Disarankan bagi masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya skrining gangguan jantung sedari dini.
Dr Tan Kok Leng menjelaskan, orang yang berusia di atas 40 tahun sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk orang berusia pertengahan 30-an yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung.
Screening jantung dari Pantai Hospital dibuat khusus berdasarkan usia, riwayat medis, faktor risiko, riwayat keluarga dan masalah kesehatan Anda. Segenap tim medis profesional sangat berdedikasi untuk membantu Anda memahami seperti apa kondisi tubuh selama proses screening berlangsung. Anda akan menerima laporan detail hasil pemeriksaan dalam waktu 3 - 4 hari kerja.
Pantai Hospital menawarkan berbagai pemeriksaan mulai yang paling dasar sampai canggih. Pengobatan seperti elektrokardiogram, ekokardiogram, tes exercise stress, coronary CT scans dan studi perfusi miokard akan dipilih sesuai dengan kebutuhan individu untuk tujuan diagnostik.
Di samping itu pula, Pantai Hospital Kuala Lumpur menyediakan pengobatan terbaik untuk mengatasi gangguan atau penyakit jantung didukung dengan teknologi medis terkini.
Misal pada kasus aterosklerosis koroner, metode atau perawatan yang akan dilakukan adalah angioplasti. Prosedur angioplasti menggunakan sebuah stent yang dimasukkan ke dalam pembuluh arteri koroner yang mengalami penyempitan untuk memperbesar area luminal agar memastikan pasokan darah yang cukup ke otot jantung.
Stent yang digunakan di Pantai Hospital adalah stent generasi ketiga terbaru yang terbukti efektif dalam mengobati aterosklerosis dan meminimalisir risiko kambuh. Setiap pasien akan menerima panduan dan perawatan terbaik guna penyembuhan yang lebih cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI