Suara.com - Masalah penyakit rabies hingga kini masih menjadi perhatian. Pasalnya, pada 2023 ini jumlah kasus rabies di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah kasus rabies di Indonesia pada 2023 sudah mencapai 234 kasus.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Dr Imran Pambudi, MPHM mengatakan, setelah diskusi dengan berbagai kementerian, naiknya kasus rabies ini ada kemungkinan berhubungan dengan pandemi Covid-19.
Dr Imran menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena pada saat pandemi Covid-19, aktivitas mulai menurun, termasuk vaksinasi pada hewan. Sebab hal itu membuat para hewan terinfeksi virus yang tidak disadari.
“Koordinasi dengan Kementan, KLHK, Kemenko PMK, tingginya rabies kemungkinan ada hubungannya dengan pandemi Covid-19. Jadi pada 2019, 2020, 2021 itu kan zaman Covid itu semua kegiatan berhenti, termasuk vaksinasi terhadap hewan,” ucap Dr Imran dalam konferensi pers Update Situasi Rabies di Indonesia, Jumat (2/6/2023).
Sementara, di 2022 kasus mulai meningkat karena masyarakat sudah melakukan aktivitas kembali. Namun, di sisi lainnya, hewan-hewan belum vaksinasi sehingga ketika menggigit berisiko sebabkan rabies pada manusia.
“Pada 2022 karena mulai ada aktivitas-aktivitas, pelonggaran-pelonggaran. Tapi karena aktivitas vaksin menurut maka terjadi lonjakan yang luar biasa pada 2022,” jelas Dr Imran
Sebanyak 95 persen kasus rabies di Indonesia disebabkan oleh anjing. Saat ini juga tercatat 25 provinsi di Indonesia menjadi endemis rabies. Sementara 8 provinsi dinyatakan bebas rabies. Untuk 8 provinsi yang dinyatakan bebas rabies sejauh ini ada Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua Barat, dan Papua.
“95 persen kasus rabies itu didapat lewat gigitan anjing, sementara lainnya dari hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus seperti rubah, rakun, kelelawar dan lain-lain. Untuk kasus ada 25 provinsi jadi endemis rabies, dan hanya 8 yang bebas penyakit rabies,” ucapnya.
Sebab tingginya angka rabies tersebut, Dr Imran berharap ada kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit satu ini. Penting juga untuk memahami berbagai gejala dari penyakit rabies.
Gejala rabies pada manusia
Pada manusia, biasanya gejala rabies akan timbul setelah adanya gigitan dari anjing atau hewan lainnya. Pada tahap awal, gejala yang muncul biasanya demam, lemas, lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala, sakit tenggorokan, hingga nyeri tubuh.
Sementara itu, jika kondisi rabies sudah cukup parah biasanya seseorang akan menimbulkan berbagai gejala lainnya seperti kesemutan atau panas di lokasi gigitan, cemas, fobia terhadap air, udara, hingga cahaya sebelum nantinya meninggal dunia.
Gejala rabies pada hewan
Gejala rabies yang muncul juga bisa dilihat tidak hanya pada manusia, tetapi juga hewan. Biasanya, hewan yang terinfeksi virus rabies akan menimbulkan berbagai gejala di antaranya.
- Hewan menjadi ganas dan tidak menurut sama pemiliknya.
- Hewan alami lumpuh, sulit menelan, mulut terbuka, hingga air liur yang berlebih.
- Sering bersembunyi di tempat gelap.
- Ekor dilengkungkan ke bawa di antara kedua paha.
- Kejang-kejang serta kematian.
- Pada beberapa kasus, hewan tidak menunjukkan gejala hingga akhirnya mati sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!