Suara.com - Hampir sebagian masyarakat di Indonesia menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dimana dalam program pemerintah ini, masyarakat hanya membayarkan iuran sesuai yang dikehendaki setiap bulannya. Sementara bagi yang tidak mampu, pemerintah membebaskan biaya iuran BPJS lantaran masuk dalam kategori peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran atau PBI.
Manfaat BPJS Kesehatan sendiri sudah banyak dirasakan masyarakat yakni bisa mendapatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap baik di Puskesmas, klinik hingga rumah sakit.
Banyak juga masyarakat yang sangat terbantu dengan adanya program BPJS Kesehatan. Selain tidak mengeluarkan biaya yang besar, masyarakat juga merasa mendapatkan banyak kemudahan dengan adanya layanan dari BPJS Kesehatan.
Afni Jameela, warga Bekasi mengaku kerap menggunakan BPJS Kesehatan baik untuk dirinya, suami hingga ketiga anaknya.
Ia sendiri sudah merasakan kemudahan layanan BPJS Kesehatan yang didapat dan tak perlu mengeluarkan biaya besar selama dirawat di rumah sakit.
"Aku sudah mendapatkan banyak kemudahan pakai BPJS," ujar Afni saat berbincang kepada Suara.com, Kamis (31/8/2023).
Kemudahan layanan kesehatan BPJS Kesehatan yang ia dapat diantaranya yakni langsung mendapatkan penanganan cepat saat hendak ke IGD rumah sakit tanpa perlu mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) I. Afni menceritakan ia dan kedua anaknya pernah dirawat di rumah sakit memakai BPJS Kesehatan karena sakit demam berdarah atau DBD
"Waktu itu sih pas darurat itu nggak ke faskes, jadi kita langsung ke rumah sakit. Pas di rumah sakit itu langsung ditangani, paling ada satu orang dari keluarga yang mengurus administrasinya dan lain-lain," ucap Afni
Selain itu kemudahan layanan BPJS Kesehatan yang didapat Afni yakni hanya menunjukkan KTP saat ingin berobat di fasilitas kesehatan ataupun rumah sakit.
Baca Juga: Anies Ditagih Mahasiswa UI soal Utang TKD PNS, Pemprov DKI: Sudah Dibayar
"Pernah ketinggalan kartu BPJS dan HP mati jadi nggak bisa buka aplikasi mobile JKN, tinggal nunjukin KTP pas di rumah sakit dan cuma ditanyain pernah berobat disini atau dirawat, habis itu langsung ditangani sama mereka pihak rumah sakit,'" tutur Afni
Selain itu Afni mengaku bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan lantaran sangat membantu dirinya saat melahirkan di rumah sakit dan tak mengeluarkan biaya apapun. Bahkan putrinya saat lahir ketika itu sempat masuk ke ruang NICU (Neonatal intensive care unit) atau ruang perawatan intensif di rumah sakit selama 11 hari dan tanpa dikenakan biaya apapun.
"Pas lahiran, anak aku waktu baru lahir langsung masuk ruang nicu 11 hari menggunakan BPJS gratis. Benar-benar membantu banget adanya BPJS. I love You BPJS," tutur Afni
Senada dikatakan Afni, Risma warga Bekasi juga merasakan banyak manfaat dan sangat terbantu dari program BPJS Kesehatan. Ia mengatakan proses penggunaan fasilitas BPJS tak serumit yang ia bayangkan.
"Sangat membantu banget sih dan nggak seribet itu waktu pakai layanan BPJS," tutur Risma.
Ia mengatakan anak dan orangtuanya memakai program BPJS untuk kesehatannya baik itu rawat inap ataupun rawat jalan. Karena itu mengaku bersyukur mendapatkan kemudahan layanan di rumah sakit, sehingga tak mengeluarkan biaya banyak.
"Ini sudah kepakai untuk diri sendiri. Untuk anak sama orangtua juga pakai BPJS. Nyokap ada penyakit diabetes. Dan kemarin sudah kena ke mata. Jadi kemarin sempat operasi mata, dan alhamdulillah semua dicover sama BPJS," kata Risma.
Hal yang sama dikatakan Ahmad Faiz, warga Rawamangun Jakarta Timur. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program BPJS Kesehatan. Terlebih untuk pengobatan sang putri yang mengidap penyakit Talasemia.
"Aku selalu pakai BPJS. Kebetulan nge-bantu aku banget untuk biaya berobat anakku yang dicover BPJS untuk pengobatan Talasemia untuk anakku," kata Faiz.
Ia pun mengungkapkan kemudahan yang ia dapatkan saat pelayanan BPJS Kesehatan yakni hanya menunjukkan aplikasi mobile JKN kepada petugas di rumah sakit. Sehingga kata dia memudahkan pasien BPJS Kesehatan yang ingin berobat tanpa harus mencari kartu atau kembali ke rumah.
"Kalau nggak bawa kartu tinggal buka aplikasi BPJS aja, kan ada kartu digital kita di situ," tutur Faiz.
Selain itu Faiz mengatakan bahwa dirinya juga merasa mendapatkan kemudahan layanan BPJS Kesehatan saat ingin berobat untuk rujukan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
"Untuk proses rujukan juga sekarang yang pasien Talasemia bisa dari faskes tingkat 1 langsung ke RSCM. Nggak perlu muter ke RS yang biasa dulu," ungkap Faiz.
Adapun prosedur layanan BPJS Kesehatan kini tentunya berbeda dari dulu. Dimana dulu banyak masyarakat tidak puas dengan layanan BPJS yg dinilai justru merepotkan. Contohnya saja, dulu untuk bisa menggunakan BPJS kesehatan masyarakat harus membawa kartu BPJS atau menunjukkan mobile JKN dan jika tidak pasien dirawat dengan tarif pasien umum.
Sementara saat ini, pasien BPJS Kesehatan yang tidak membawa kartu BPJS Kesehatan atau tak bisa menunjukkan mobile JKN, hanya cukup menunjukkan KTP untuk bisa berobat.
Hal tersebut membuat masyarakat yang semula tak pakai BPJS Kesehatan, kini ramai-ramai memakai program Jaminan Kesehatan Nasioanal (JKN) milik pemerintah itu.
Tak hanya dirasakan di Pulau Jawa, Nur warga Adonara, NTT juga merasakan kemudahan layanan kesehatan yang sama menggunakan BPJS Kesehatan. Ia mengatakan dirinya cukup membawa KTP jika tidak membawa kartu BPJS Kesehatan.
"Alhamdulillah nggak ribet kalau ketinggalan bisa KTP untungnya, jadi nggak perlu pulang lagi ambil kartunya," kata Nur melalui sambungan telepon.
Karena itu ia merasa sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan.
"Alhamdulillah sih BPJS sangat membantu aku, jadi kalau ke faskes lupa bawa kartu BPJS Kesehatan, tinggal bawa KTP aja," papar Nur.
Selain itu, Nur mengaku sebelumnya tak memakai BPJS Kesehatan. Namun Nur memutuskan memakai BPJS Kesehatan mengingat banyak manfaat dan kemudahan yang bisa didapat jika satu waktu dirinya membutuhkan pelayanan kesehatan yang tidak terduga.
"Awalnya nggak pakai, terus jadinya pakai BPJS, takut ada apa-apa sih kan kita nggak tahu, kalau punya BPJS kan jadi lebih tenang aja kalau mau ke layanan fasilitas kesehatan," tandasnya.
Sebelumnya Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan bahwa penggunaan KTP sebagai syarat berobat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) sudah berlaku di seluruh wilayah Indonesia, termasuk yang belum berstatus Universal Health Coverage (UHC).
"Di Indonesia sudah bisa berobat pakai KTP dari Sabang sampai Merauke," ujar Ghufron Mukti kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.
Kata Ghufron, masyarakat hanya menunjukkan NIK dan tak perlu membawa fotokopi kartu JKN saat berobat. Hal tersebut kata Ghufron berlaku di seluruh wilayah Indonesia.
Berita Terkait
-
Mendag Zulhas Bakal Habis-habisan Bela UMKM
-
Manajemen PSM Makassar Mau Bayar Hutang, Kuasa Hukum Penagih: Minta Diskon
-
Timnas Indonesia U-23 Masih Belum Berkumpul, 2 Rivalnya Sudah Tancap Gas Persiapan Kualifikasi Piala Asia U-23 2024
-
Happy Asmara Beli Tas Mewah Puluhan Juta, Netizen Malah Colek Bella Bonita
-
Kisah Dokter Puskesmas di Palu Putus Mata Rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Inpiratif dan Perlu Ditiru!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya