Suara.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) mengatakan perlu kolaborasi dari semua pihak untuk tingkatkan daya saing UMKM. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, swasta, dan semua pihak dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing.
"Kita semua satu tim bisa bekerja sama. Satu goal habis-habisan bela UMKM," ujar Zulkifli Hasan dalam acar Indonesia Entrepreneur Challenge atau IEC 2023 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu, (31/8/2023).
Mendag Zulhas menjelaskan, pelaku UMKM harus mendapatkan pelatihan. Bekal pengetahuan dalam berusaha itu bisa digunakan untuk berinovasi pada produk maupun proses, serta meningkatkan nilai usaha dan produknya.
Dia mencontohkan, sambal yang dikemas dalam plastik memiliki nilai jual yang lebih rendah dibandingkan sambal yang dikemas dalam botol kaca.
Akan bertambah lagi nilainya, Zulkifli Hasan melanjutkan, jika memiliki label dengan tulisan bahasa asing, misalkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
"Harganya bisa lebih tinggi dan pangsa pasar yang lebih luas," ucap dia.
Dan kegiatan IEC ini, menurut dia, termasuk bentuk dukungan agar pelaku UMKM naik kelas.
Sementara, Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah mengatakan, pemerintah berupaya mencapai target rasio kewirausahaan pada 2024, yakni 3,95 persen dengan menciptakan satu juta wirausaha baru. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengejar target tersebut adalah dengan mengembangan ekosistem untuk membangun wirausaha.
"Peranan masing-masing pihak sangat krusial dalam menumbuhkan kewirausahaan, baik pada level mikro, kecil dan menengah," kata Siti.
Direktur Utama Tempo Media Grup Arif Zulkifli mengatakan, Tempo berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata, Orbitin Indonesia, dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kompetisi ini.
Dia berharap UMKM-UMKM yang potensial, pemenang IEC 2023 dapat melesat lagi hingga ke kancah dunia, sehingga bisa mendapatkan pangsa pasar dan jejaring bisnis yang lebih luas. Selanjutnya, para pemenang akan mengikuti inkubasi bersama anak usaha Tempo, Orbitin Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guna meningkatkan skala usahanya.
Tercatat 58.444 pendaftar IEC 2023. Dari jumlah itu, tersaring 100 peserta berdasarkan usia, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan tren kenaikan omzet usaha. Mereka lantas mengikuti Workshop Pitch Deck atau pembekalan membuat dan menyuguhan presentasi yang menarik dan berbobot dari Orbitin Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun