Suara.com - Konten Denise Chariesta yang tengah menyusui putranya, Jaden Bowen Yap akhir-akhir ini mengundang kontroversi. Pasalnya dalam beberapa video, puting payudara Denise Chariesta terekspos.
Banyak netizen yang kemudian malah meninggalkan komentar-komentar jahat menghina perubahan payudara Denise pasca melahirkan.
Perlu diketahui bahwa perubahan tubuh terutama payudara perempuan setelah melahirkan merupakan hal normal. Bahkan ini menjadi tanda bahwa tubuh sedang beradaptasi dengan kondisi menyusui.
Berikut beberapa perubahan yang umum terjadi.
1. Berubah warna
Menyusui dapat membuat warna puting menjadi lebih gelap kecoklatan. Ini adalah kondisi yang wajar karena ada perubahan hormonal pada ibu menyusui.
Namun perubahan warna ini dipercaya bisa membantu bayi lebih mudah menemukan sumber makanan mereka.
2. Ukuran areola membesar
Perubahan selanjutnya yang umum terjadi adalah pada areola, yakni area kulit melingkar berwarna gelap yang mengelilingi puting susu. Biasanya areola akan membesar dan lebih gelap.
Baca Juga: Denise Chariesta Geram Kontennya Menyusui Anak Tak Disensor Dianggap Vulgar: Pikiran Kotor
Dikutip dari laman Very Well Family, ukuran areola berubah karena hormon yang menghasilkan ASI. Namun, areola umumnya akan mengecil kembali setelah tubuh berhenti memproduksi ASI.
3. Milk blister
Terlihat seperti bintik-bintik atau jerawat, milk blister adalah luka lepuh yang berisi cairan berwarna putih di ujung puting, yang biasanya terletak pada saluran susu. Tetapi, milk blister bisa juga timbul di sekitar areola.
Kondisi ini disebabkan oleh susu yang tertahan di belakang lubang saluran susu dan bisa sangat menyakitkan.
4. Lebih sensitif
Puting payudara mungkin akan terasa lebih sensitif terhadap sentuhan. Saat pertama kali menyusui, puting akan terasa lebih sensitif karena terpiicu hormon yang mendorong laktasi. Hormon itu adalah prolaktin yang menyebabkan tubuh memproduksi ASI.
5. Kendur
Perubahan payudara selanjutnya adalah puting yang kendur atau lebih rendah setelah berhenti menyusui. Ini menjadi efek menyusui jangka panjang yang mungkin tidak disukai banyak wanita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak