Suara.com - Makan dan minum saat sahur menjadi kunci agar kita dapat lebih kuat dalam menjalani puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Namun, ada minuman yang sebaiknya Anda hindari saat sahur.
Saat sahur, disarankan untuk menyantap makan yang bernutrisi agar kebutuh gizi terpenuhi. Selain itu, dianjurkan pula minum air putih yang cukup saat sahur supanya tidak dehidrasi.
Karena waktu sahur ada di saat dini hari yang dingin, membuat minum secangkir teh panas setelah makan menjadi sesuatu yang nikmat.
Tapi tahukah Anda, teh merupakan minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur. Mengapa? Berikut beberapa alasannya, dirangkum dari Alodokter.
1. Mengganggu penyerapan zat besi
Tak hanya saat sahur, minum teh langsung setelah makan sebenarnya tidak dianjurkan. Meskipun teh mengandung antioksidan yang bermanfaat, meminumnya setelah makan bisa mengikat zat besi dan mineral lain dalam makanan, sehingga tidak terserap tubuh dengan baik.
2. Membuat mudah haus
Teh memiliki efek diuretik sehingga bisa membuat seseorang ingin buang air kecil terus. Efek diuretik ini tentunya bisa menguras cairan yang ada dalam tubuh dalam jangka waktu yang singkat. Karenanya, rasa haus akan lebih cepat datang.
3. Menaikkan risiko asam lambung naik
Baca Juga: Bacaan Doa Sahur yang Benar dan Hukumnya Bila Lupa Membaca
Karena mengandung kafein, teh bisa merangsang peningkatan produksi asam lambung serta memicu rasa tidak nyaman di perut.
Ada berbagai jenis minuman yang disarankan dikonsumsi saat sahur. Karena teh bisa membuat seseorang cepat merasa, Anda bisa menggantinya dengan air putih hangat campur madu, air kelapa, wedang jahe maupun susu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem