Suara.com - Orang tua perlu memahami pentingnya kesehatan saluran cerna anak sebagai fondasi bagi tumbuh kembang optimal. Sebab, saluran cerna merupakan organ kompleks dengan lebih dari 70% komponen sel daya tahan tubuh dan 100-500 juta sel saraf yang memengaruhi sistem saraf dan mood.
Seperti diketahui pembentukan dan perkembangan sistem saluran cerna mempengaruhi kesehatan dan suasana hati anak.
“Menjaga kesehatan saluran cerna si kecil dapat menjadi landasan kesehatan anak secara keseluruhan di masa mendatang. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga kesehatan saluran cerna si kecil dimulai dari masa pembentukan dan perkembangannya," ujar Dokter Muzal Kadim, Sp.A(K).
Ia menjelaskan, Nutrisi seimbang dan prebiotik diperlukan untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus anak. Diperlukan juga nutrisi seperti DHA, AA, dan ALA/LA untuk perkembangan otak anak.
Perhatian terhadap kesehatan saluran cerna anak juga berdampak pada perkembangan sosial emosional. Dokter Rini Sekartini, Sp.A(K) mendorong orang tua untuk mendukung perkembangan kognitif dan sosial emosional anak sejak dini.
“Perkembangan sosial dan emosional anak biasanya masih seringkali diabaikan oleh orang tua, guru, dan pengasuh lainnya. Orang tua dan guru harus paham bahwa anak-anak dengan perkembangan emosi yang sehat adalah mereka yang dapat mengekspresikan diri dengan cara yang positif. Sebab, perkembangan sosial dan emosional pada anak usia dini adalah bagaimana mereka mampu mengelola dan mengekspresikan berbagai emosi, baik itu positif maupun negatif.”
Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Social Emotional Learning Day, PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) melalui platform digital Bebeclub mengajak semua pihak terutama orang tua untuk bersama-sama mendukung perkembangan sosial emosional anak agar bisa tumbuh menjadi Anak Hebat.
Mereka mengajak orang tua dan tenaga pengajar untuk mendukung perkembangan sosial emosional anak. Mereka menyediakan buku cerita digital interaktif Bebestory untuk mengajarkan anak tentang kebaikan dan emosi.
"Kami terus berkomitmen untuk hadir menyediakan nutrisi yang baik untuk si Kecil untuk terus mendukung Ibu dalam memberikan nutrisi dan stimulasi tepat agar si kecil. Salah satunya dengan menghadirkan produk bernutrisi yang dilengkapi asam lemak rantai panjang Triple A (DHA, AA, ALA/LA) untuk perkembangan otak serta mengandung prebiotik FOS:GOS dengan prosentase yang tepat 1:9, terbukti klinis dan teruji optimalkan kesehatan saluran cerna," ujar Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia.
Baca Juga: Kisah Sudanti Kembali Viral, Dicerai Suami Gara-gara Anak Ayam Mati
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?