Suara.com - Di bulan Ramadan umat islam akan kekurangan tidur yang bisa membuat tubuh lemas di siang hari. Hal ini membuat sebagian orang merasa malas dan tidak termotivasi melakukan olahraga. Padahal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, menyatakan minimal manusia membutuhkan 150 menit olahraga per minggu atau 30 menit per hari.
Menyadari hal ini, Fitness Trainer, Salsabila Avinandita mengakui umat islam kekurangan tidur karena harus bangun lebih awal untuk makan sahur, selanjutnya bagi pekerja harus langsung berangkat ke kantor.
"Jadi kalau Ramadan itu biasanya tidur malam bisa sampai jam 11 hingga 12. Nanti jam 3 bangun lagi untuk bangun dan makan sahur, lalu dilanjutkan persiapan bekerja atau khusus untuk para ibu juga harus mengurus anak-anaknya berangkat ke sekolah," ujar dr. Salsabila dalam acara Shopee Big Ramadan Sale 2024 di Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Berikut ini tips agar tubuh tidak lemas karena kurang tidur di bulan Ramadan:
1. Batasi waktu tidur
Menurut Salsabila meski umat islam saat Ramadan lebih fokus beribadah seperti salat tarawih, mendengar ceramah, hingga membaca alquran sehingga tidur lebih malam. Namun kata dia, tetap harus ada waktu maksimal tidur yaitu minimal sudah harus tidur jam 11 malam.
"Menurutku harus ada sedikit nap, misalnya kita tidur jam 11 atau jam 10, maksimal tidur malam, jam 11 malem. Jadi jangan lebih dari itu kalau bulan puasa," ujar Salsabila.
2. Sediakan waktu tidur siang
Salsabila menyarankan untuk tidur sebentar sesaat setelah sahur, karena baru saja bangun jam 3 pagi untuk makan. Waktu tidur ini tidak perlu lama yaitu berkisar 15 hingga 30 menit.
Baca Juga: Mana yang Tidak Bikin Puasa Batal, Menelan atau Mengeluarkan Dahak? Buya Yahya Bilang Begini
"Tapi kalau nggak sempat harus berangkat ke kantor siangnya, kan ada waktu makan siang (karena puasa) kita tidur siang dulu sebentar. Misalnya ada waktu nap, karena nap (tidur sebentar) itu salah satu yang baik untuk mengistirahatkan badan kita," paparnya.
3. Lakukan olahraga ringan
Jika berpikir olahraga bisa membuat tubuh semakin lemas karena puasa, namun Salsabila membantah hal tersebut. Ini karena olahraga bisa memicu keluarnya hormon endorfin atau hormon kebahagiaan, sehingga tubuh lebih segar.
"Jadi olahraga disarankan itu setelah buka puasa, atau sebelum sahur, tapi kalau mau lebih baik lagi olahraga sebelum puasa puasa," jelas Salsabila.
4. Buka puasa dengan protein
Perempuan yang juga konten kreator itu menyarankan sebaiknya setelah berbuka puasa tidak langsung menyantap makanan manis. Menurutnya lebih baik buka puasa setelah minum air putih, selanjutnya bisa mengonsumsi protein.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?