Suara.com - Gangguan kelopak mata menjadi salah satu masalah yang banyak dialami orang. Kondisi ini terjadi karena adanya lipatan berlebih di bagian kelopak mata. Masalah ini menjadi hal yang sangat mengganggu karena memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, seseorang dapat alami gangguan penglihatan bahkan kebutaan. Oleh sebab itu, kondisi gangguan kelopak mata ini dapat diatasi dengan melakukan operasi maupun rekonstruksi bagian mata. Hal ini yang terkadang juga membuat beberapa orang takut untuk mengobatinya.
Meski demikian, rupanya operasi bukan menjadi salah satu cara mengobati adanya kelainan pada kelopak mata. Ketua Servis Orbital Oculoplastic dan Reconstructive, Dr. Tri Rejeki Herdiana, SpM menjelaskan, untuk tindakan operasi biasanya dianjurkan untuk pasien yang sudah tua.
“Rata-rata yang kelopak matanya berkaitan dengan usia, memang treatmennya kita sarankan adalah tindakan operasi,” kata dalam konferensi pers “Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata” bersama JEC, Sabtu (11/5/2024).
Namun, untuk kasus gangguan kelopak mata seperti ptosis (kelopak mata turun), dapat diatasi dengan pemberian obat secara rutin. Dengan konsumsi obat rutin akan membantu membuat gangguan kelopak mata menjadi baik.
“Tapi memang ada fase autoimun yang bikin ptosis atau kelopak mata turun itu bisa diatasi dengan obat. Jadi dengan konsumsi pemberian obat rutin dia akan baik,” sambungnya.
Bukan hanya itu, untuk gangguan kelopak mata karena tiroid sendiri juga tidak dilangsungkan tindakan operasi. Kondisi ini dapat diatasi dengan melakukan kada tiroid dengan obat-obatan anti radang.
“Kelainan kelopak mata lainnya misalnya kayak tiroid, kelopak mata yang menonjol kemudian retraksi dia kayak melotot terus, itupun treatment awalnya tidak operasi. Treatment awalnya adalah kontrol hormon kadar tiroidnya, kemudian masukkan obat-obatan anti radang secara infus,” jelasnya.
Beberapa cara tersebut dapat membantu untuk mengobati pasien yang alami gangguan kelopak mata. Oleh sebab itu, operasi bukan menjadi satu-satunya cara untuk bisa menyembuhkan pasien dengan gangguan kelopak mata. Namun, hal ini tetap kembali dilihat dari penyebab adanya gangguan kelopak mata tersebut.
Baca Juga: Kelainan Bentuk Kelopak Mata Bisa Mengakibatkan Gangguan Penglihatan, Begini Penjelasan Ahli
“Kalau itu (operasinya) baik, nanti pelan-pelan dia bisa baik secara semula. Jadi tidak semua masalah kelopak mata diatasi dengan operasi, tergantung penyebab-penyebabnya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?