Suara.com - Pingsannya Ruben Onsu beberapa waktu lalu saat bekerja sempat membuat masyarakat menjadi heboh. Meski dikatakan tumbang karena kelelahan dan dehidrasi, kejadian tersebut membuat masyarakat berfokus terhadap penyakit yang dideritanya, yakni empty sella syndrome.
Pasalnya, setelah mengaku alami empty sella syndrome beberapa waktu lalu, kondisi kesehatan Ruben Onsu beberapa kali terlihat bermasalah. Hal ini membuat masyarakat khawatir dengan kesehatannya karena penyakit tersebut.
Seperti diketahui empty sella syndrome adalah gangguan yang mempengaruhi sella tursika, struktur tulang di tengah tengkorak di bawah otak. Hal tersebut membuat hormon yang mengatur produksi tubuh terganggu sehingga menyebabkan gangguan pada bagian lainnya.
Lantas seberapa bahaya penyakit yang diderita oleh Ruben Onsu ini. Benarkah penyakit satu ini dapat mengancam nyawa penderitanya? Untuk itu, berikut terdapat beberapa fakta di balik penyakit empty sella syndrome.
1. Tidak mengancam nyawa
Dilansir Cleveland Clinic, empty sella syndrome termasuk ke dalam penyakit yang langka terjadi. Meski demikian, penyakit ini rupanya tidak mengancam nyawa seseorang. Pasalnya, empty sella syndrome dapat diobati. Sementara itu, biasanya penderita akan mengalami berbagai gejala seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, gairah seksual menurun, impoten pada pria, gangguan menstruasi, dan lain-lain.
2. Wanita lebih berisiko
Untuk penyakit satu ini diketahui wanita memiliki risiko lebih besar dibandingkan laki-laki. Selain itu, orang-orang dengan kondisi obesitas dan tekanan darah tinggi juga memiliki risiko lebih besar alami empty sella syndrome.
3. Mengganggu penglihatan
Baca Juga: Syahrini Baru Umumkan Hamil di Usia Kandungan 7 Bulan, Diduga Takut Kena Penyakit Ain
Para penderita empty sella syndrome juga bisa alami masalah pada penglihatannya. Pada beberapa kasus, penyakit ini bahkan bisa membuat mata penderita menjadi bengkak. Hal ini akan membuat penglihatannya terganggu.
4. Pengaruhi gairah seks dan menstruasi
Tidak hanya pada penglihatan, empty sella syndrome juga memengaruhi gairah seks yang dimiliki penderitanya. Pada laki-laki, justru kondisi empty sella syndrome dapat membuatnya menjadi impoten atau sulit untuk ereksi. Sementara pada wanita lebih kepada menstruasinya menjadi terganggu.
5. Dapat disembuhkan
Empty sella syndrome dapat disembuhkan melalui beberapa cara, baik mengonsumsi obat-obatan maupun operasi. Biasanya obat-obatan oleh dokter dokter yakni untuk mengontrol hormon yang keluar pada kelenjar pituitari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat