Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan bahwa tidak ada jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia akibat heat stroke atau serangan panas di Mekkah, Arab Saudi. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia mencapai 166 orang.
Jumlah kematian itu lebih rendah dibandingkan pada 2023 lalu yang mencapai 772 orang.
"Kalau sampai saat ini tercatat 166 kematian, tetapi tidak ada yang disebabkan heat stroke. Angka kematian kita jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena skrining kesehatan yang baik sebelum pemberangkatan," kata Nadia saat dihubungi suara.com, Rabu (19/6/2024).
Dia menambahkan, jemaah haji Indonesia ada yang sempat sakit akibat heat stroke sebanyak tiga orang. Setelah dapat pengobatan, seluruh pasien bisa sembuh. Ada pun jemaah yang meninggal rata-rata akibat penyebab lainnya.
"Penyebab kematian disebabkan stroke hemoragic, gagal napas, dan kardiovaskular lainnya," ujar Nadia.
Suhu panas ekstrem memang sempat melanda daerah Mekkah, Arab Saudi. Suhu sempat mencapai 51,8 derajat celsius di Masjidil Haram, Mekkah pada Senin (17/6), kata pusat meteorologi nasional Saudi.
Akibat cuaca ekstrem tersebut, jemaah haji bahkan diminta untuk tidak lakukan lempar jumrah sebelum pukul empat sore karena bahaya panas berlebih yang bisa sebabkan heat stroke. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga meminta jemaah haji Indonesia menuruti imbauan tersebut.
"Merujuk pada imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, kami meminta jemaah untuk tidak melontar jumrah sebelum pukul 16.00 waktu Arab Saudi," kata Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo pada Senin (17/6) dilansir dari situs resmi Kementerian Agama.
Berdasarkan laporan AFP, total jemaah haji yang meninggal mencapai 550 orang per Selasa (18/6). Dari jumlah tersebut, 323 di antaranya warga Mesir. Duta diplomat Arab mengabarkan kalau sebagian besar dari korban jiwa itu mengalami penyakit yang berhubungan dengan cuaca panas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak