Ilustrasi Ginjal - Anak Cuci Darah (Freepik)
Pasien dengan gagal ginjal kronis pada tahap akhir memerlukan cuci darah secara rutin karena ginjal tidak lagi efektif menyaring limbah dari darah. Biaya per sesi cuci darah berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta, yang bisa menjadi beban finansial berat bagi banyak pasien. Di sinilah peran BPJS Kesehatan sangat penting untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan yang diperlukan tanpa masalah biaya.
Prosedur Mendapatkan Cuci Darah yang Ditanggung BPJS Kesehatan
Untuk mendapatkan cuci darah yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, ikuti langkah-langkah berikut:
- Pastikan Anda adalah peserta aktif BPJS Kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan nomor kepesertaan yang valid.
- Dapatkan diagnosis gagal ginjal tahap akhir dari dokter yang berwenang.
- Dokter harus memberikan rujukan untuk terapi cuci darah, mencantumkan jumlah sesi yang diperlukan dan fasilitas perawatan.
- Pilih fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan memiliki unit hemodialisis lengkap.
- Fasilitas kesehatan akan membantu proses administrasi, termasuk persiapan berkas medis dan data BPJS Kesehatan.
- Setelah administrasi selesai, Anda dapat memulai terapi cuci darah sesuai rencana dokter.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya