Suara.com - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan adanya kenaikan jumlah kasus anak dengan penyakit ginjal kronis. Meskipun peningkatannya tidak besar, terdapat sekitar 10-20 anak per bulan yang memerlukan cuci darah rutin. Hal ini menjadi perhatian karena cuci darah pada anak memerlukan perawatan jangka panjang atau bahkan seumur hidup, seperti yang dijelaskan oleh Staf Divisi Nefrologi RSHS Bandung, dr. Ahmedz Widiasta. Lalu, anak cuci darah karena apa?
Ada spekulasi bahwa konsumsi minuman manis dan pola makan yang buruk mungkin menjadi faktor penyebab gagal ginjal, tetapi dr. Ahmedz menyebutkan bahwa penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Di sisi lain, Prof. Dany Hilmanto, Konsultan Nefrologi Anak RSHS, mengklarifikasi bahwa ada kesalahpahaman mengenai pola makan yang tidak sehat sebagai penyebab utama penyakit ginjal kronis. Baik Prof. Dany maupun dr. Ahmedz, sebagai ahli ginjal anak, menolak anggapan tersebut.
Perlu diketahui, cuci darah atau hemodialisis adalah metode penyelamatan nyawa bagi pasien dengan gagal ginjal kronis, penyakit ginjal, atau penurunan fungsi ginjal hingga 15 persen.
Penyebab Gagal Ginjal pada Anak
Gagal ginjal pada anak relatif jarang terjadi dibandingkan pada orang dewasa, namun beberapa faktor dapat memicu gangguan ginjal. Penyebab umum gagal ginjal pada anak termasuk kelainan bawaan seperti bentuk atau fungsi ginjal yang abnormal. Sindrom nefrotik, di mana ginjal mengeluarkan terlalu banyak protein ke urine, adalah salah satu kondisi yang sering ditemukan.
Selain itu, kelainan bentuk seperti ginjal polikistik, di mana ginjal mengandung banyak kista, dapat muncul setelah lahir dan berpotensi menyebabkan gagal ginjal pada balita. Anak dengan satu ginjal atau ginjal yang kecil dan bermasalah juga dapat mengalami gagal ginjal di kemudian hari.
Gejala dan Tanda Penyakit Gagal Ginjal Kronis
Mengenali gejala gagal ginjal kronis sangat penting, karena cuci darah adalah terapi utama untuk Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Gejala penyakit ini biasanya berkembang perlahan dan awalnya tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas. Kelainan fungsi ginjal biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan darah.
Baca Juga: Gagal Ginjal Ancam Anak Muda! Cuci Darah Ditanggung BPJS Gak Ya?
Gejala gagal ginjal kronis yang memerlukan cuci darah meliputi:
- Peningkatan kadar urea (racun ginjal) dalam darah
- Frekuensi buang air kecil yang meningkat pada malam hari (nokturia)
- Tekanan darah tinggi karena ginjal tidak bisa mengeliminasi kelebihan garam dan air
Gejala berkembang seiring bertambahnya limbah metabolik dalam darah, termasuk:
- Mual dan muntah
- Nafsu makan menurun
- Kelelahan
- Volume urine berkurang
- Anemia
- Tekanan darah tinggi
- Kedutan dan kelemahan otot
- Kram
- Kejang jika tekanan darah sangat tinggi atau ketidakseimbangan kimia darah mempengaruhi fungsi otak
- Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru
- Gatal-gatal
Efek Samping Cuci Darah
Setelah menjalani cuci darah, Anda mungkin mengalami beberapa efek samping seperti:
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Tekanan darah turun
- Mual
- Muntah
- Kram
- Kulit kering atau gatal
Namun, Anda dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari setelah cuci darah. Dokter biasanya merekomendasikan diet dan asupan cairan untuk mendukung pengobatan.
Biaya Cuci Darah
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa