Suara.com - Fasilitas asuransi kesehatan jadi salah satu pertimbangan karyawan mau bekerja di perusahaan. Apalagi data menunjukan ada 3 penyakit yang paling sering diklaim karyawan agar dapat akses pengobatan. Apa saja ya?
Fakta ini dijelaskan CEO AdMedika, Dian Prambini selaku fasilitator asuransi dan perusahaan terkait layanan kesehatan di rumah sakit. Ia menemukan dalam beberapa tahun terakhir paling banyak karyawan mengklaim asuransi kesehatan untuk penyakit ISPA (insfeksi saluran pernapasan akut), diare dan karies gigi.
"Data (klaim kesehatan) general di Indonesia itu ISPA, inpeksi saluran napas atau itu batuk pilek kebanyakan, diare itu juga sering etrjadi, sama dentis atau carries gigi cukup banyak terjadi," ujar Dian dalam acara peluncuran AdMedika Executive Lounge di Eka Hospital Cibubur, Jawa Barat, Rabu (4/9/2024).
Menurut Dian, 3 masalah kesehatan yang dialami karyawan ini tidak terbatas usia, mengingat sebuah perusahaan umumnya juga akan melindungi pegawai dan keluarganya. Sehingga beberapa penyakit ini juga dialami istri maupun anaknya.
Ia menambahkan hasil data yang didapatkan Admedika nantinya akan diberikan ke pihak perusahaan maupun asuransi rekanan sebagai member.
Sehingga pihak perusahaan bisa mengevaluasi hingga 'ikut campur' menangani kesehatan karyawannya. Apalagi kesehatan diri dan keluarga karyawan bisa mempengaruhi kinerja dan produktivitas mereka.
"Pengelolanya bisa adakan rekomendasi eduaksi untuk pencegahan. Kita sering lakukan langkah pencegahan terkait healthtalk seminar, langkah pencegahan apa. Termasuk apakah perlu mereka vaksin flu untuk kriteria tertentu, apakah mereka perlu vitamin dijaga, gaya hidupnya, jadi diambil sisi itu," jelas Dian.
Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang 3 penyakit yang paling banyak diklaim karyawan perusahaan di Indonesia:
1. ISPA
Baca Juga: Mengenal Prosedur Bedah Jantung Minimal Invasif dan Kelebihannya Dibanding Operasi Jantung Terbuka
Survei Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada 2019 menunjukan penyakit pernapasan masuk dalam 10 penyakit terbanyak yang terjadi di Indonesia. Kondisi ini salah satunya disebabkan buruknya kualitas udara di beberapa daerah Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.
ISPA adalah infeksi yang mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru. Infeksi saluran pernapasan akut bisa disebabkan oleh berbagai agen penyebab, seperti virus, bakteri, atau bahkan jamur.
2. Diare
Situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari.
Data 2022 menunjukan diare jadii penyumbang kematian kedua pada anak, setelah pneumonia atau infeksi saluran napas. Perlu waspada juga, karena ada rotavirus yang bisa sebabkan diare berat pada balita, yang berpeluang 41 hingga 58 persen kasus diare anak hingga dirawat di rumah sakit.
3. Karies Gigi
Masalah gigi seperti ternyata menurut Dian jadi salah satu layanan kesehatan yang paling banyak diakses karayawan. Ini karena karies bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri, hingga nyeri gigi hebat.
Karies gigi adalah Hilangnya ion mineral gigi secara terus menerus pada mahkota atau akar gigi akibat asam yang dihasilkan oleh produk bakteri kariogenik yang ada di plak.
Berdasarkan kondisi ini Dian juga menyarankan lebih peduli pada pencegahan daripada pengobatan. Apalagi akses layanan kesehatan saat ini sudah dibuat nyaman, contohnya dengan AdMedika Executive Lounge yang akan mempermudah dan mempercepat layanan di rumah sakit. Termasuk ruang tunggu yang nyaman, hingga alat kebersihan pribadi saat berobat.
Hal senada juga disampaikan Kepala departemen medical Check Up Eka Hospital Cibubur, dr. Priscila R. Suprapto yang mengingatkan untuk lakukan pemeriksaan kesehatan alias medical check up (MCU) secara umum. Ini karena periksa kesehatan tidak perlu tunggu sakit, dan tidak terbatas untuk lansia saja.
"Untuk teman-teman nggak ada keluhan, merasa makan kurang bagus, makanan sekarang banyak tidak sehat, jadi medical check up nggak hanya buat yang tua, untuk orang dewasa di usia produktif, untuk anak muda, ada yang menderita diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung. Jadi kalau medical check up nggak harus nunggu tua dulu," papar dr. Priscila.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak